Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sumsel Bakal Bentuk Bank Gabah Dorong Kesejahteraan Petani

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berencana membentuk Bank Gabah untuk mendukung produksi pertanian yang berujung pada peningkatan kesejahteraan petani di provinsi itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  16:11 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berencana membentuk Bank Gabah untuk mendukung produksi pertanian yang berujung pada peningkatan kesejahteraan petani di provinsi itu.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pendirian lembaga jasa keuangan itu akan melibatkan pihak ketiga, yakni PT Medco Agro Group.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Medco Agro Group. Awalnya tawaran dari mereka dan kami menilai langkah itu bakal berdampak positif untuk petani di Sumsel,” katanya, Rabu (7/10/2020).

Menurutnya, pengelolaan sektor pertanian ini harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Pada prinsipnya, pertanian modern harus dikedepankan saat ini, yang mana mendorong petani juga berwirausaha atau tidak menjadi kuli di lahannya sendiri.

"Petani bukan hanya butuh modal tapi yang tak kalah penting adalah pembinaan hingga pemasaran,” kata dia.

Menurut gubernur, langkah pendirian bank gabah tersebut juga sejalan dengan pembentukan BUMD agribisnis, yakni PT Sriwijaya Agro Industrindo.

Dia menjelaskan BUMD tersebut nantinya akan menggarap bisnis sektor pertanian mulai dari hulu hingga ke hilir, termasuk pula di bidang pembiayaan untuk petani.

“Sumsel ini kan kuat di bidang pertanian, saya ingin memajukan petaninya, makanya perlu dibentuk perusahaan yang dapat menampung hasil pertanian hingga pembiayaan untuk petani,” paparnya.

Sementara itu perwakilan dari Medco Agro Group Yana Panigoro, mengatakan, penawaran kerja sama untuk membangun bank gabah di Sumsel dilatarbelakangi karena Sumsel merupakan daerah surplus beras.

Selain itu, saat ini nilai tambah dari hasil industri gabah atau beras di Sumsel dinilai kurang dinikmati petani.

Selain itu sebagian besar hasil gabah basah produksi petani Sumsel disuplai ke luar daerah. Akibatnya, pabrik penggilingan padi ‘kecil’ menjadi kalah bersaing.

“Sehingga banyak pabrik giling padi yang mati suri,” kata dia.

Ketua Umum Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi) Soetarto Alimoeso menambahkan oleh karena itu Sumsel dinilai perlu membangun bank gabah yang berfungsi sebagai penyangga/penyedia gabah bagi penggilingan padi kecil.

Menurut dia, bank gabah tersebut akan disinergikan dengan PT Sriwijaya Agro Industrindo.

"Selama ini sebagian gabah dari Belitang dibawa ke Lampung, Banten, hingga Jabar. Akibatnya penggilingan padi yang kecil jadi mati suri karena tidak mampu bersaing modal,” kata dia.

Dengan adanya bank gabah ini, lanjut Soetarto, diharapkan kesejahteraan petani meningkat sehingga ketahanan pangan dapat terjaga.

Diketahui, Sumsel menargetkan produksi padi 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG), sedangkan per 17 Agustus 2020 mencapai 2,89 juta ton GKG dengan luas tanam 840.663 hektare.

Sumsel memerlukan tambahan luas tanam 128.719 Ha agar target capaian produksi tersebut bisa dipenuhi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top