Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Ikan Hias Laut Sumbar Naik Turun di Masa Pandemi

Januari 2020 ekspor ikan hias laut dimulai dengan 11.767 ekor ikan dengan nilai ekspor di angka Rp133.705.800.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  12:46 WIB
Seseorang tengah melewati aquarium yang berisikan ikan hias yang ada di Kantor BKIPM Padang, Sumatra Barat. - Bisnis/Noli Hendra
Seseorang tengah melewati aquarium yang berisikan ikan hias yang ada di Kantor BKIPM Padang, Sumatra Barat. - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Ikan hias laut turut menjadi salah komoditi perikanan di Provinsi Sumatra Barat yang dominan diekspor selain dari ikan benih garing dan frozen tuna.

"Di Sumbar memang ada tiga komoditi yang dominan di ekspor ke berbagai negara. Tapi khusus untuk ikan hias laut memang terbilang cukup bagus meski ada pandemi Covid-19," kata Kepala BKIPM Padang, Rudi Barmara, ketika dihubungi Bisnis, Senin (5/10/2020).

Dia mengatakan ikan hias laut asal Sumbar yang diekspor itu menuju Negara Jepang. Kondisi ekspor ini sudah lama juga dilakukan, dan di Sumbar sendiri sampai saat ini masih terbilang cukup konsisten mengirimkan ikan hias lautnya.

Rudi menjelaskan melihat dari kondisi awal tahun yakni Januari 2020 ekspor ikan hias laut dimulai dengan 11.767 ekor ikan dengan nilai ekspor di angka Rp133.705.800.

Lalu berlanjut ke bulan Februari 2020, terjadi penurunan jumlah ikan hias laut yang diekspor yakni 6.793 ekor dengan nilai Rp78.282.600.

Jumlah itu sepertinya tidak jauh berbeda ketika melakukan ekspor di bulan Maret dimana jumlah ikan hias laut yang diekspor itu 6.357 ekor dengan nilai Rp62.595.000.

"Dari data kita, ada tiga bulan lamanya yakni bulan April, Mei, dan Juni ekspor ikan hias laut nihil. Tidak hanya komoditi ikan hias laut saja, tapi komoditi lainnya juga tidak ekspor, akibat pandemi Covid-19," jelasnya.

Sementara di bulan Juli 2020 ternyata ekspor ikan hias laut kembali dilakukan karena ketika itu Sumbar telah mengakhiri masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tapi jumlah terbilang cukup sedikit yakni 1.700 ekor dengan nilai Rp23.290.000.

Ternyata kondisi yang demikian tidak bertahan lama, sepanjang bulan Agustus 2020 ekspor ikan hias laut kembali terhenti. Penyebabnya mungkin saja di sejumlah negara masih dilanda pandemi Covid-19, sehingga permintaan ikan hias laut Sumbar nihil.

Menurut Rudi kendati di bulan Agustus kosong, ternyata di bulan September ikan hias luat asal Sumbar kembali di ekspor dan jumlah terbilang sangat sedikit dari bulan-bulan sebelumnya yakni 580 ekor saja dengan nilai ekspor Rp2,9 juta

Dengan demikian total ekspor ikan hias laut Sumbar hingga September mencapai 27.197 ekor dengan nilai ekspor Rp300.773.400. Diharapkan kondisi pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga kondisi ekspor kembali normal.

Rudi juga mengakui bahwa cukup banyak aktivitas ekspor komoditi perikanan di Sumbar yang terhenti akibat Covid-19, seperti ekspor ikan kerapu hidup dengan tujuan China dan Hongkong.

Padahal potensi ekspor ikan kerapu di Sumbar terbilang cukup bagus, terutama di daerah Kabupaten Pesisir Selatan yang memiliki produktivitas ikan kerapu.

"Di sana ada perusahaan yang melakukan ekspor langsung via jalur laut. Kalau sekarang mereka terhenti dulu dan ekspor ikan kerapu belum bisa terealisasi," ungkap Rudi. (K56)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan sumbar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top