Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penambangan Pasir Ilegal di Bintan Ditertibkan

Pihak kepolisian di Bintan menertibkan penambangan pasir ilegal di sudak cukup marak di daerah tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  18:20 WIB
Petugas gabungan menghentikan pertambangan pasir ilegal, dan mengamankan lebih dari 20 unit mesin hisap di sejumlah lokasi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. - Antara/Nikolas Panama
Petugas gabungan menghentikan pertambangan pasir ilegal, dan mengamankan lebih dari 20 unit mesin hisap di sejumlah lokasi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. - Antara/Nikolas Panama

Bisnis.com, TANJUNGPINANG – Kepolisian dan institusi terkait menghentikan pertambangan pasir ilegal yang sudah cukup masif di sejumlah kawasan di Bintan, Kepulauan Riau.

Kepala Satreskrim Bintan AKP Agus Hasanudin mengatakan dari empat lokasi yakni Malang Rapat, seberang Nicoi Resort, Galang Batang, dan Gunung Kijang ditemukan puluhan aktivitas pertambangan pasir.

Barang bukti yang diamankan lebih dari 20 unit mesin isap, tetapi hanya dua unit mesin yang dalam kondisi baik. "Ada satu orang yang ditangkap di lokasi pertambangan," ungkapnya pada Selasa (28/7/2020).

Agus mengemukakan jumlah lokasi yang rusak akibat pertambangan pasir lebih dari 30 titik. Namun, lokasi yang diduga baru-baru ini ditinggalkan pengelolanya mencapai sekitar 20 titik.

Kerusakan lingkungan paling banyak ditemukan di kawasan di seberang Nicoi Resort dan Galang Batang. Di Gunung Lengkuas, ujarnya, lokasi pertambangan pasir ilegal terdapat empat titik.

Sementara itu, terkait dengan ketersediaan pasir yang diperlukan masyarakat Tanjungpinang dan Bintan, Agus mengatakan itu merupakan kewenangan pemerintah.

"Tentu di balik penegakan hukum yang kami lakukan, kami sudah memikirkan dampaknya, terutama terkait ketersediaan pasir. Ini menjadi wilayah pemerintah," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bintan tambang pasir besi

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top