Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pusri Teken E-Signing Jual Beli Gas Bumi dengan Pertamina EP

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang meneken perjanjian jual beli gas bumi dengan PT Pertamina EP selaku pemasok energi tersebut untuk jangka waktu lima tahun.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  20:40 WIB
Petugas memantau stok pupuk bersubsidi di gudang penyimpanan PT Pusri Palembang - Istimewa
Petugas memantau stok pupuk bersubsidi di gudang penyimpanan PT Pusri Palembang - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang meneken perjanjian jual beli gas bumi dengan PT Pertamina EP selaku pemasok energi tersebut untuk jangka waktu lima tahun.

Manajer Humas PT Pusri Palembang Soerjo Hartono mengatakan kontrak jual beli tersebut berlaku dari tahun 2018 sampai 2023 mendatang.

“Perjanjian ini sebagai upaya pemenuhan kebutuhan bahan baku gas dalam pembuatan pupuk urea,” katanya dalam keterangan pers terkait E-Signing Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) antara PT Pertamina EP dengan PT Pusri Palembang, Rabu (20/5/2020).

Soerjo mengatakan PJBG diharapkan dapat membantu Pusri untuk terus melangsungkan proses bisnisnya.

Menurutnya, ketersediaan gas menjadi faktor pendukung bagi perusahaan dalam melaksanakan program revitalisasi pabrik yang lebih efisien.

“Dengan demikian juga dapat mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.

Hingga saat ini total konsumsi gas bumi yang dibutuhkan Pusri dalam operasional seluruh pabrik  mencapai sebesar 190 BBTUD. Total kontrak gas bumi Pusri setelah amandemen ini adalah sebesar 203 BBTUD.

Adapun volume kontrak pada perjanjian jual beli gas antara PT Pertamina EP dan  produsen pupuk merah itu, secara bertahap sebanyak 166 MMSCFD pada 2018, 145 MMSCFD pada 2019, 140 MMSCFD pada 2020 dan 120 BBTUD hingga 2023.

Pelaksanaan e-signing jual beli gas itu dilakukan oleh Direktur Utama Pusri Mulyono Prawiro disaksikan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

“Ini merupakan bentuk berlakunya the new normal di tengah kondisi wabah Covid-19 yang membatasi pertemuan dalam jumlah besar, serta sebagai upaya mematuhi peraturan pemerintah untuk menjalankan physical distancing,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusri
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top