Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Sawit di Riau Masih Imun Terhadap Covid-19

Aktivitas petani perkebunan sawit di Riau sejauh ini imun dari dampak negatif mewabahnya virus Covid-19. Adapun, Tandan Buah Segar (TBS) milik petani sawit juga masih terserap oleh pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 30 April 2020  |  17:17 WIB
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk - JIBI/Rachman
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk - JIBI/Rachman

Bisnis.com, PEKANBARU — Aktivitas petani perkebunan sawit di Riau sejauh ini imun dari dampak negatif mewabahnya virus Covid-19. Adapun, Tandan Buah Segar (TBS) milik petani sawit juga masih terserap oleh pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP Apkasindo) Gulat Manurung menyampaikan bahwa aktivitas perkebunan sawit di 22 provinsi yang tergabung dalam Apkasindo sampai saat ini masih berjalan seperti biasa.

“Tidak ada masalah. Kata kuncinya sepanjang Indonesia tidak lockdown, ekonomi petani sawit pasti baik-baik saja. Syukurnya belum ada petani sawit yang kena corona,” katanya kepada Bisnis, Kamis (30/4/2020).

Untuk di Provinsi Riau, lanjut Gulat, industri sawit diuntungkan oleh dukungan pemerintah yang menjaga agar produktivitas perkebunan tetap maksimal selama masa pandemi.

Adapun, sektor perkebunan telah lama menjadi salah satu penopang perekonomian daerah di Riau dengan sebanyak 52% perkebunan sawit di Riau dikelola oleh petani yang terdiri dari petani plasma dan petani mandiri.

Untuk petani plasma sendiri berjumlah sekitar 7% dari total seluruh petani sawit di Riau dan sisanya merupakan petani swadaya.

“Kami diskusi dengan pemerintah, akhirnya Gubernur Riau Syamsuar mengeluarkan SE kepada semua stakeholder dan korporasi sawit jangan sampai terganggu proses pengolahan pabrik kelapa sawit dan proses pengiriman buah dari kebun petani ke pabrik,” jelas Gulat.

Berdasarkan Surat Gubernur Riau Nomor 526/DISBUN/972, Gubernur Riau Syamsuar meminta agar perusahaan perkebunan tetap beroperasi selama pandemi Covid-19 dan selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Adapun, industri perkebunan di Riau merupakan salah satu industri strategis yang menopang perekonomian daerah. Industri kelapa sawit di Riau juga merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja hingga sekitar 33% dari tenaga kerja yang ada.

“Operasional perusahaan perkebunan ini harus tetap memperhatikan kebijakan pemerintah dan protokol pelaksanaan operasional masa PSBB,” tulis Syamsuar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak sawit Virus Corona
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top