Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Napi Lapas Sekayu Kenakan Gelang RFID, Pindah Sel pun Terlacak

Lembaga Pemasyarakatan di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, menciptakan inovasi berupa gelang elektronik untuk mengecek keberadaan warga binaan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 28 April 2020  |  16:56 WIB
Narapidana (napi) warga binaan di Lapas Klas IIB Sekayu, Musi Banyuasin, mengenakan gelang elektronik RFID (Radio Frequency Identification). Foto: istimewa
Narapidana (napi) warga binaan di Lapas Klas IIB Sekayu, Musi Banyuasin, mengenakan gelang elektronik RFID (Radio Frequency Identification). Foto: istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Lembaga Pemasyarakatan di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, menciptakan inovasi berupa gelang elektronik untuk mengecek keberadaan warga binaan.

Gelang tag radio frequenct identification (RFID) tersebut digagas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Sekayu Pudjiono Gunawan.

Pudjiono mengatakan alat tersebut menjadi salah satu terobosan terbarunya guna meminimalisir adanya perpindahan  atau penempatan kamar atau sel yang tidak sesuai dengan database yang dimiliki. 

“Gelang elektronik ini sebenarnya digunakan untuk melakukan penghitungan jumlah penghuni dengan berbasiskan teknologi,” katanya, Selasa (28/4/2020).

Menurut dia, inovasi itu diterapkan dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Ini baru pertama kali di Indonesia, karena di lapas atau rutan manapun belum ada yang menerapkan dengan sistem seperti ini,” kata Pudjiono.

Idenya mengagas gelang tersebut muncul karena dirinya melihat kondisi di lapangan. Di mana absen atau perhitungan jumlah penghuni menggunakan cara konvensional, yakni dengan menulis di buku catatan. 

Oleh karena itu dirinya mencoba melakukan terobosan untuk perhitungan berbasiskan teknologi agar semua perhitungan jumlah warga binaan bisa lebih terkendali.

“Gelang elektrik ini diberikan masing-masing penghuni, yang dijadikan sebagai alat sensor untuk memverifikasi warga binaan apakah sudah benar di kamarnya dan apakah nanti jumlah keseluruhannya itu sudah lengkap sebanyak isi hari itu,” jelasnya.

Ke depan, Pudji menuturkan, pihaknya akan membuat gelang kaki elektrik yang terbuat dari besi untuk warga binaan yang bekerja di luar. Hal tersebut guna mengantisipasi warga binaan yang kabur akan dengan sangat mudah dilacak.

Sementara itu Programmer Gelang Elektrik Nur Widi mengatakan, pengembangan sisi teknologi untuk penghitungan warga binaan dilakukan seiring kondisi warga binaan yang sering keluar kamar.

“Gelangnya berbahan karet, dan kita tidak perlu khawatir tertukar pun pada saat mereka di tag akan ketahuan pemilik gelang yang sah,” katanya.

Selain itu, kelebihan gelang ini adalah karena gelang tersebut tidak mudah rusak. Artinya tidak masalah jika dibawa mandi, mencuci, atau terbantuk sekalipun. Hal itu lantaran gelang ini berbasis radio frequency identification (RFID). 

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengapresiasi terobosan pihak Lapas Klas II B Sekayu yang sangat menjaga keberadaan warga binaan di Lapas. 

“Ini terobosan yang sangat baik, terlebih ini pertama kali diterapkan di Indonesia,” tuturnya. 

Dodi menambahkan, Pemkab Muba akan selalu mendukung upaya program positif yang dilaksanakan pihak Lapas Klas II B Sekayu utamanya dalam pembinaan warga binaan. 

“Semoga terobosan ini nantinya dapat menginspirasi Lapas-Lapas lainnya dalam mengawasi warga binaan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

napi lapas napi kabur
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top