Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertanian di Banyuasin Tetap Lancar Demi Ketahanan Pangan

Aktivitas pertanian di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, tetap berjalan normal di tengah kondisi pandemi global Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda dunia.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 April 2020  |  18:13 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Himawan L Nugraha
Ilustrasi - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, PALEMBANG - Aktivitas pertanian di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, tetap berjalan normal di tengah kondisi pandemi global Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda dunia.

Bahkan, Bupati Kabupaten Banyuasin Askolani mengatakan petani di salah satu sentra penghasil beras itu tetap melaksanakan panen raya. Panen raya itu juga sebagai penanda bahwa pasokan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan daerah itu aman.

“Di tengah Pandemi Covid-19 petani Banyuasin tetap semangat panen padi dan tanam lagi. Hasil panen ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Banyuasin,” katanya, Jumat (3/4/2020).

Dia mengatakan hingga saat ini luas pertanaman padi tercatat 152.188 hektare. Luasan itu sudah termasuk dengan sawah lebak yang telah IP200.

“Sawah yang di panen hingga saat ini baru mencapai 57.000 ha lebih. Jadi masih tersisa banyak,” katanya.

Askolani menjelaskan, pada bulan Mei 20 ini diperkirakan akan panen lebih kurang seluas 148.400 ha. Apabila produksi rata rata 5,5 ton saja per ha, maka diperkirakan akan menghasilkan gabah sekitar 814.000 ton atau setara 487.500 ton beras.

Dia menjelaskan dengan adanya program Optimasi Lahan (Oplah) mendukung program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) tahun 2019, luas tanam juga akan bertambah dengan bertambahnya luas tanam IP200 dan IP300 dgn perkiraan sekitar 70.000 Ha.

Pada tahun 2019 lalu IP200 dan IP300 tercatat lebih kurang 60.000 ha. Dengan demikian luas tanam padi rawa pasang surut dan lebak bisa mencapai jumlah 232.000 ha di Banyuasin.

"Menyikapi kondisi berjangkitnya wabah Covid-19, maka prediksi ketersediaan bahan pangan khusus nya beras hingga bulan Juni 2020  kami perkirakan surplus di Banyuasin,” paparnya.

Dengan asumsi luas tanam dan luas panen tersebut, dia menjelaskan, produksi beras dari petani di Banyuasin mengalami surplus yang cukup tinggi dari kebutuhan masyarakat Banyuasin yang berjumlah 844.019 jiwa.

Adapun  kebutuhan beras 114,6 kg per kapita per tahun, maka total kebutuhan beras masyarakat Banyuasin hanya 96.724 ton per tahun atau sekitar 8.070 ton per bulan.

“Jadi hingga akhir tahun ini, produksi gabah ataupun beras di Banyuasin tetap mengalami surplus yg cukup signifikan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top