Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sumsel Belum Pertimbangkan Lockdown

Pemprov Sumatra Selatan belum mempertimbangkan untuk melakukan lockdown atau karantina dalam penananggulangan sebaran virus corona di provinsi itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  20:02 WIB
Ilustrasi. Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. Bloomberg - Samsul Said
Ilustrasi. Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. Bloomberg - Samsul Said

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan belum mempertimbangkan untuk melakukan lockdown atau karantina dalam penananggulangan sebaran virus corona di provinsi itu.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan keputusan lockdown merupakan wewenang pemerintah pusat.

“Itu domain-nya pemerintah pusat, kita akan sangat bijak melakukan tindakan yang sifatnya multidampak,” katanya, Minggu (28/3/2020).

Menurut Deru pemberlakuan lockdown bakal memberikan dampak lanjutan yang cukup luas, sehingga pihaknya harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat jika harus mengambil langkah tersebut.

Gubernur menambahkan hingga saat ini belum ada kabupaten/kota yang mengajukan karantina wilayah. Namun demikian, kesadaran masyarakat untuk mengkarantina diri secara individu sudah mulai terlihat.

“Karantina diri sudah ada, salah satunya di Posko COVID-19 yang kami dirikan di kantor gubernur, sudah ada warga yang dari Batam datang ke sana untuk memeriksa diri,” katanya.

Diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel per 28 Maret 2020, terdapat 715 orang yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP). Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 31 orang. Selain itu 2 kasus telah terkonfirmasi positif terpapar COVID-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top