Banyuasin Ajak Investor Kembangkan Kelapa

Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, mengembangkan produk turunan kelapa dengan menggandeng investor PT Agri Lestari Nusantara.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  15:50 WIB
Banyuasin Ajak Investor Kembangkan Kelapa
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG - Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, mengembangkan produk turunan kelapa dengan menggandeng investor PT Agri Lestari Nusantara.

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan investor tersebut tertarik mengembangkan produk berbahan baku kelapa seiring tingginya angka produksi kelapa di kabupaten itu.

“Sabut kelapa dan batok kelapa yang selama ini dibuang begitu saja, padahal ini bisa diolah lagi menjadi benda yang bernilai jual. Kami harap dengan adanya investor dapat mengoptimalkan sektor ini,” katanya, Selasa (17/3/2020). 

Diketahui produksi rata-rata kelapa di Banyuasin mencapai 44.000 ton per tahun atau menempati peringkat ke-7 di Indonesia.

Askolani mengatakan, investor tersebut akan mengolah dan memproduksi produk berbahan kelapa dalam skala besar sehingga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan.

“Investor ini nantinya akan menyalurkan produk tersebut ke pasar dalam negeri dan luar negeri,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan pemprov sangat mendukung upaya hilirisasi mulai dari karet, kelapa sawit, batubara, hingga kelapa.

“Sering dijumpai, kulit kelapa, sabut dan batok kelapa berserakan saja di pinggir jalan, padahal jika mau diolah maka ini ada nilai tambahnya terutama untuk membantu perekonomian masyarakat,” kata dia.

Banyuasin merupakan daerah utama penghasil kelapa di Sumsel dengan luasan areal mencapai 47.287 hektare dari total luasan kebun kelapa di provinsi itu yang mencapai 65.878 hektare.

Adapun produksi kopra asal Banyuasin sebanyak 44.248 ton dari total produksi di Sumsel sebanyak 57.298 ton.

Sementara daerah penghasil lainnya tersebar di tiga kabupaten, yakni Musi Banyuasin seluas 4.402 hektare, Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 2.312 ha dan Ogan Komering Ulu Timur seluas 3.359 ha.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim menambahkan pemkab akan terus mengawal keinginan investor ini.

“Pemkab akan memberikan kemudahan bagi siapa pun yang ingin berinvestasi di Banyuasin, mulai dari kemudahan perizinan hingga dukungan pembangunan infrastruktur,”ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top