Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Dijabat Untung Nugroho

Untung Nugroho sebelumnya menjabat sebagai kepala Regional Yogyakarta
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  13:45 WIB
Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Dijabat Untung Nugroho
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, PALEMBANG — Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melantik Untung Nugroho sebagai Kepala OJK Regional 7 Sumatra Bagian Selatan.

Untung sebelumnya menjabat Kepala OJK Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia menggantikan Panca Hadi Suryatno yang ditarik ke kantor pusat Jakarta sebagai Advisor Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV.

Dalam laman media sosialnya, Untung mencantumkan karirnya dimulai dari Bank Indonesia. Jabatan terakhirnya di bank sentral sebagai deputi direktur untuk Area Semarang, Jawa Tengah. Selanjutnya ketika pengawas perbankan di Bank Indonesia ditarik ke OJK yang baru dibentuk, Untung ikut migrasi. Sarjana akuntansi Universitas Sebelas Maret dan Pasca Sarjana Universitas Indonesia itu kemudian mengalami sejumlah rotasi dan terakhir sebagai Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso yang menyaksikan langsung pelantikan menyebutkan otoritas berkomitmen untuk meningkatkan layanan dan memfasilitasi masyarakat terkait industri jasa keuangan di 5 provinsi Sumatra tersebut.

“Kami janji untuk menghadirkan layanan yang semakin prima. Salah satunya membangun gedung kantor baru di Sumsel,” kata Wimboh di Palembang, Kamis (6/2/2020).

Wilayah kerja OJK Regional 7 mencakup Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung.

Sementara itu, Untung pasca pelantikan menyebutkan kinerja industri jasa keuangan di wilayah kerja OJK Regional 7 dinilai cukup baik sepanjang tahun 2019.

“Hal itu tercermin dari kinerja sektor perbankan yang meningkat, seperti nilai aset yang bersumber dari dana pihak ketiga (DPK) dan juga penyaluran kredit,” katanya.

Selain perbankan, Untung menambahkan, kinerja positif juga ditorehkan oleh industri jasa keuangan lainnya. Salah satunya adalah pasar modal.

Menurut dia, jumlah investor tumbuh signifikan di wilayah Sumbagsel. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan jumlah single investor identification (SID) sebesar 78,88 persen.

“Demikian pula kinerja baik juga ditunjukkan oleh industri keuangan nonbank (IKNB) lainnya di Sumbagsel,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ojk, sumbagsel

Editor : Anggara Pernando
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top