Peritel di Palembang Setop Jual Gula

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sumatra Selatan mencatat lebih dari separuh total jaringan ritel di daerah itu setop menjual gula lantaran merasa rugi menjual dengan besaran harga eceran tertinggi atau HET yang berlaku.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  14:39 WIB
Peritel di Palembang Setop Jual Gula
Salah satu pedagang gula di pasar tradisional sedang mengemasi gula pasir untuk dijual kembali - Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sumatra Selatan mencatat lebih dari separuh total jaringan ritel di daerah itu setop menjual gula lantaran merasa rugi menjual dengan besaran harga eceran tertinggi atau HET yang berlaku.

Ketua Aprindo Sumsel Hasannuri mengatakan harga beli gula di tingkat peritel sudah di atas HET sehingga pelaku pasar modern tersebut sulit untuk menjual ke konsumen dengan besaran HET. 

"Hingga kini pemerintah belum meninjau HET, sementara harga gula ini naik terus. Anggota Aprindo merasa tidak mendatangkan hasil, sehingga untuk sementara tidak jual gula," katanya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (4/2/2020).

Menurut dia, terdapat lebih dari 1.000 jaringan ritel yang beroperasi di Kota Palembang di mana mayoritas merupakan jaringan waralaba Alfamart dan Indomaret.

Hasannuri mengatakan selama ini, peritel di Palembang menjual gula yang merupakan stok di gudang. Begitu pasokan habis, peritel memilih untuk tidak menjual komoditas tersebut.

Kondisi tersebutlah, kata dia, yang membuat gula di toko ritel sulit didapatkan masyarakat.

"Mungkin selama ini stok di gudang ritel masih ada. Makanya untuk sementara tidak jual gula. Itulah penyebab utamanya," katanya.

Dia mengatakan langkah tersebut ditempuh peritel hingga mereka merasa tidak rugi untuk menjual gula ke konsumen.

"Masa kami jual gula di bawah harga beli, suatu hal yang tidak mungkin. Kami bukan yayasan sosial," ujarnya.

Hasannuri menambahkan pihaknya berharap pemerintah dapat meninjau kembali HET gula dan bernegosiasi dengan suplier maupun distributor terkait margin yang dikutip.

Kami menunggu hasil pembicaraan DPP Aprindo dengan pemerintah. HET mungkin dinaikkan. Kami inginnya beli [gula] di bawah HET," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Iwan Gunawan mengatakan berdasarkan pemantauan pihaknya telah terjadi kenaikan harga gula di pasaran.

"Harga gula memang naik jadi Rp13.000 -- Rp14.000 per kilogram, ini berlaku untuk gula curah dan SPM," katanya.

Menurut dia, suplai gula di Sumsel masih tergolong aman meskipun terjadi kenaikan sekitar Rp1.500 per kg dari HET.

Dia menambahkan, di sisi hulu saat ini sedang masuk masa tanam sehingga stok bahan baku berkurang di pabrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga gula

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top