Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan KIT: Pemerintah Tambah Pembebasan Lahan Seluas 1.500 Ha

Saat ini, lahan yang sedang dalam pembebasan tercatat seluas 266 hektare. Hal itu disampaikan oleh Ingot Ahmad Hutasuhut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, bahwa KIT keseluruhan akan menghabiskan lahan seluas 1.550 hektare.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  14:23 WIB
Tandan buah segar - Bisnis.com
Tandan buah segar - Bisnis.com

Bisnis.com, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru akan menambah lahan seluas kurang lebih 1.500 hektare untuk mengembangkan Kawasan Industri Tenayan (KIT).

Saat ini, lahan yang sedang dalam pembebasan tercatat seluas 266 hektare. Hal itu disampaikan oleh Ingot Ahmad Hutasuhut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, bahwa KIT keseluruhan akan menghabiskan lahan seluas 1.550 hektare.

"Finalnya akan menghabiskan lahan 1.550 hektare. Tapi tetap dimulai dari lahan yang 266 hektare," kata Ingot pada akhir pekan lalu seperti dirilis oleh Pemkot Pekanbaru dalam laman resmi, Senin (27/1/2020).

Ingot menegaskan bahwa pembebasan lahan tambahan itu tidak akan membebani Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Nantinya, pembebasan lahan itu akan dilakukan oleh pengelola yang telah digandeng pemerintah, dari swasta maupun BUMN.

Adapun lahan KIT seluas 1.550 hektare itu rencananya digunakan untuk hilirisasi industri agro dari minyak kelapa sawit (crude palm oilCPO).

Wali Kota Pekanbaru Firdaus menyampaikan hal itu setelah KIT yang seluas 3.000 hektar ditetapkan sebagai kawasan strategis industri nasional.

"Dengan ditetapkan sebagai kawasan strategis, tahap pertama 1.500 lebih hektare dari 3.000 hektare direncanakan untuk industri hilirisasi agro dari CPO,” kata dia.

Adapun, dibukanya KIT dengan nilai investasi mencapai Rp28 triliun itu disebut bakal membuka sekitar 155 ribu lapangan kerja.

Berdasarkan data Bank Indonesia, tingkat pengangguran di Provinsi Riau pada 2019 mencapai 5,9 persen terhadap jumlah penduduk atau lebih baik dibandingkan 6,2 persen terhadap jumlah penduduk pada tahun sebelumnya.

Firdaus menyebut KIT menjadi salah satu dari 14 kawasan industri strategis di Pulau Sumatra. Dari Provinsi Riau, Pekanbaru bersama Siak, Kampar, dan Pelalawan (Pekansikawan) menjadi satu dari 21 kawasan metropolitan prioritas nasional.

Awalnya, KIT rencananya dibangun di lahan seluas 306 hektare. Saat ini, di lahan seluas 40 hektare telah beroperasi Pembangkit Listrik Tenaha Uap (PTLU) dengan daya 220 MW.

Untuk lahan yang seluas 266 hektare nantinya bakal diproses untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) dengan daya 275 MW. Adapun kedua pembangkit tersebut dibangund dengan nilai investasi sebesar Rp7 triliun.

Untuk mengembangkan KIT, Pemerintah Kota Pekanbaru menyebut bakal memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top