Jelang Tahun Baru, Sumsel Pastikan Stok Pangan Cukup

Pemprov Sumatera Selatan memastikan ketersediaan pangan di pasar cukup hingga natal dan tahun baru 2019 mendatang.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  17:40 WIB

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan ketersediaan pangan di pasar cukup hingga natal dan tahun baru 2019 mendatang.

Bahkan, Pemprov Sumsel memastikan harga bahan sembako nantinya tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan.

Plt Dinas Perdagangan Sumsel Iwan Gunawan mengatakan, keserterdiaan beras di Bulog aman hingga 10 bulan ke depan. Saat ini, stok beras yang ada di gudang Bulog mencapai 50.000 ton.

Sedangkan untuk harga bahan sembako lainnya seperti cabai, daging, ikan, telur, serta ayam masih normal belum ada kenaikan harga.

“Untuk ketersediaan pangan seperti beras  cukup 10 bulan ke depan. Sedangkan untuk sembako harganya masih normal dan tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan nantinya,” katanya, Selasa (3/12/2019).

Saat ini untuk harga beras medium berkisar Rp8.350 per kilogram, beras premium dari Rp11.000 per kg, gula pasir curah dari Rp12.500 per kg, minyak goreng curah Rp11.000 per kg dan daging sapi Rp120.000 per kg.

Sementara harga daging ayam Rp32.000 per kg, cabai merah besar Rp30.000 per kg, bawang merah Rp30.000 per kg, bawang putih Rp30.000 per kg.

Meski telah memasuki musim penghujan, lanjut Iwan, pihaknya memastikan tidak akan menganggu pasokan sembako dari daerah di Sumsel serta di Pulau Jawa.

“Sekarang jalan provinsi sudah baik ditambah juga adanya tol dari Lampung ke Palembang jarak tempuhnya hanya 3 jam saja sehingga pasokan tidak akan tersendat dari daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, Sumatra Selatan tercatat  mengalami inflasi sebesar 0,27 persen pada bulan November 2019. Secara rata-rata, inflasi kumulatif Sumsel sepanjang 2019 mencapai 1,68 persen.

Kondisi tersebut dipengaruhi adanya kenaikan sejumlah barang seperti bahan makanan, sepeda motor, perhiasan hingga rokok kretek filter.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel , Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan pergerakan inflasi di Sumsel sangat dipengaruhi peregerakan inflasi di dua daerah, yakni Kota Palembang dan Lubuk Linggau.

Di Palembang sendiri, besaran inflasi November mencapai 0,30 persen. Dimana inflasi kumulatif 2019 sebesar 1,67 persen. Komoditas dominan yang mempengaruhi jumlah inflasi Palembang yakni bawang merah, sepeda motor, emas perhiasan dan rokok kretek/filter.

“Berdasarkan Survei Harga Konsumen yang kami lakukan, menunjukkan adanya rata-rata kenaikan harga khususnya pada kelompok bahan makanan. Dimana kenaikan harga itu memberikan andil inflasi kota Palembang sebesar 0,17 persen. Lebih besar dari komoditas lainnya,” kata Endang.

Dia mengatakan dari kelompok bahan makanan yang mendominasi kenaikan yakni bawang merah dengan kenaikan harga sebesar 18,46 persen.

Lalu kelompok makanan jadi, minuman dan rokok memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen dengan komoditas dominan yang mempengaruhi yakni kenaikan harga rokok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, stok pangan

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top