Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumut Targetkan Rencana Induk Proyek Mebidangro Rampung Akhir 2019

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara kebut masterplan atau rencana induk proyek pengembangan Jaringan Jalan Metopolitan Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo atau Mebidangro. Untuk itu, rencana induk proyek itu ditarget rampung pada akhir tahun ini.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 22 November 2019  |  16:40 WIB
Sumut Targetkan Rencana Induk Proyek Mebidangro Rampung Akhir 2019
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN— Pemerintah Provinsi Sumatra Utara kebut masterplan atau rencana induk proyek pengembangan Jaringan Jalan Metopolitan Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo atau Mebidangro. Untuk itu, rencana induk proyek itu ditarget rampung pada akhir tahun ini.

Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan akses jalan menuku Kabupaten Karo hanya memiliki satu jalan utama. Hal tersebut yang menjadi salah satu alasan pengembangan kawasan terintegrasi Mebidangro.

“Infrastruktur jalan menuju ke sana hanya satu, sekali mobil ada yang mogok maka akan terjadi macet yang panjang, inilah yang segera kita atasi, selain itu agar petani kita yang ada di Karo bisa hidup makmur,” kata Edy dikutip Jumat (22/11/2019).

Adapun rencana tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Presiden No.62/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro. Edy berharap masterplan jaringan jalan Mebidangro dapat diselesaikan ahir tahun, sehingga di awal 2020 bisa dilakukan groundbreaking untuk pengerjaan Mebidangro.

“Untuk pendanaanya nanti kita akan gunakan dana APBN, APBD, investor hingga dana Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU),”katanya.

Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rehadian menyampaikan, Kementerian PUPR mendukung upaya percepatan pembangunan kawasan Mebidangro. Karena itu,pihaknya hadir untuk mensinkronkan seluruh kebutuhan konektivitas, antara setiap kabupaten yang memiliki kebutuhan.

“Transport cost (biaya transpor) untuk daerah pertumbuhan harus bisa di tekan, kalau itu bisa kita lakukan maka ekonomi di daerah tersebut akan menjadi lebih kompetitif dan berkembang,” ujar Hedy.

Dikatakannya, untuk mewujudkan konektivitas transportasi yang baik, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Bicara mengenai konektivitas jaringan jalan tersebut, perlu membahas terkait transportasi.

“ Alat transportasi pun bukan hanya jalan tol, ada juga transportasi kereta api dan transportasi umum, untuk itu harus kita perhatikan wilayah mana yang punya potensi, jangan malah bersaing hingga akhirnya pertumbuhan ekonomi di daerah itu jadi mati," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut proyek jalan
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top