Antisipasi Penyebaran Virus Hog Cholera Babi, DKPP Imbau Bentuk Posko

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut M Azhar Harahap mengatakan hal tersebut juga dimaksudkan untuk mempercepat evakuasi bangkai babi yang telah dibuang sembarang.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 12 November 2019  |  18:04 WIB
Antisipasi Penyebaran Virus Hog Cholera Babi, DKPP Imbau Bentuk Posko
Antisipasi penyebaran Virus Hog Cholera Babi, petugas menyiram cairan disinfektan - Antara

Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) mengimbau kabupaten/kota membentuk posko di tingkat kecamatan, untuk mengantisipasi penyebaran Virus Hog Cholera Babi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut M Azhar Harahap mengatakan hal tersebut juga dimaksudkan untuk mempercepat evakuasi bangkai babi yang telah dibuang sembarang.

“Sesuai instruksi Gubernur, untuk mempercepat penanganan Virus Hog Cholera Babi dan mengantisipasi penyebarannya, diimbau kabupaten/kota membuat posko di tingkat kecamatan, terutama di daerah-daerah yang sudah terserang virus,” ujar Azhar Selasa (12/11/2019)

Dia mengatakan saat ini posko di tingkat kecamatan sudah mulai bekerja. Melalui posko tersebut, dia berharap dapat lebih cepat menerima informasi dari masyarakat berkaitan dengan kasus Virus Hog Cholera Babi. Sehingga dapat segera dilakukan tindakan penanganan secepatnya.

“Jadi posko di setiap kecamatan sudah mulai bekerja, agar pelaporan mengenai virus hog cholera babi ini dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

 Disampaikan juga, sampai saat ini telah ditemukan sekitar 5.800 ekor babi yang mati karena hog cholera, dari jumlah populasi babi di Sumut sebanyak 1,2 juta ekor.  Ada 11 kabupaten yang ditemukan ternak babi mati karena hog cholera, yakni di Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Deliserdang, Medan,Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
babi

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top