BI Sumut Sosialisasikan Penerbitan Surat Berharga Komersial

Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Utara menghidupkan kembali animo perusahaan untuk menerbitkan Surat Berharga Komersial.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 08 November 2019  |  14:31 WIB
BI Sumut Sosialisasikan Penerbitan Surat Berharga Komersial
Kepala Grup Pengembangan Infrastruktur, Kredibilitas dan Pengaturan Pasar Keuangan Bank Indonesia Priyanto B. Nugroho memberikan sambutan dalam sosialisasi Peran Surat Berharga Komersial Sebagai Sumber Pendanaan Perekonomian Nasional. - Bisnis/Asteria Desi Kartika Sari

Bisnis.com, MEDAN — Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Utara menghidupkan kembali animo perusahaan untuk menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) atau commercial paper sebagai alternatif pendanaan jangka pendek dan memperdalam pasar uang.

Sebagai informasi SBK merupakan instrumen pasar uang yang memfasilitasi perusahaan untuk menerbitkan surat utang jangka pendek atau surat utang tanpa jaminan di pasar uang.

Kepala Grup Pengembangan Infrastruktur, Kredibilitas dan Pengaturan Pasar Keuangan Bank Indonesia Priyanto B. Nugroho menjelaskan SBK dapat digunakan sebagai alternatif pendanaan jangka pendek, sehingga korporasi tidak hanya bergantung dengan perbankan untuk memfasilitasi pembiayaan.

"Untuk pembangunan infrastruktur baik darat, laut, udara membutuhkan infrastruktur pembiayaan yang inovatif," kata Priyanto di JW Marriot Hotel Medan, Jumat (8/11/2019).

Dia mengatakan SBK menjadi salah satu upaya untuk membantu perusahaan untuk tetap bisa meningkatkan kapasitas yang ada. Selama ini alternatif pinjaman bersumber dari pembiayaan, saham, atau obligasi korporasi untuk tenor jangka panjan. Sementara dalam jangka pendek biasanya mengandalkan lembaga perbankan.

Menurutnya, di negara-negara seperti India, China, Jepang, dan Amerika Serikat Surat Berharaga Komersial sudah cukup berperan besar. Memang sebelumnya, commercial paper pernah menimbulkan permasalahan. Untuk itu, saat ini mitigasi risiko semakin diperkuat.

"Untuk mitigasi kita akan melibatkan beberapa pihak untuk memastikan perusahaan yang akan menerbitkan SBK sudah nemenuhi kriteria tertentu," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, sumut

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top