Pelestarian Lingkungan Sumut Diharapkan Tak Sekadar Seremonial

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah saat membuka secara resmi kegiatan Kemah Konservasi 2019 yang digelar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, di Kampus 1 Universitas Medan Area (UMA).
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  18:26 WIB
Pelestarian Lingkungan Sumut Diharapkan Tak Sekadar Seremonial
Ilistrasi - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, DELISERDANG – Upaya pelestarian lingkungan diharapkan tidak hanya sebatas seremonial, tetapi dilakukan secara sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari dan berkesinambungan agar memberikan dampak yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah saat membuka secara resmi kegiatan Kemah Konservasi 2019  yang digelar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, di Kampus 1 Universitas Medan Area (UMA).

Ijeck sapaan akarbnya mengapresiasi atas digelarnya kegiatan Kemah Konservasi 2019. Menurutnya, dengan adanya acara ini bisa memberi edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya lingkungan.

“Kita dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sangat mendukung untuk membangkitkan kesadaran masyarakat  tentang perlunya menjaga lingkungan," kata Ijeck melalui keterangan tertulis, Senin (14/10/2019).

Apalagi, menurut Ijeck, saat ini kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan alam masih kurang. Sementara kondisi lingkungan saat ini sudah memprihatinkan. Mulai dari masalah sampah hingga sungai yang kotor karena dipenuhi sampah.

 “Karena memang suasana alam sangat memprihatinkan. Dari yang kita harapkan bersih, sampah saat ini dimana-mana, sungai kita kotor oleh sampah, kesadaran kita sangat kurang,” tegas Ijeck.

Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi mengatakan kemah konservasi merupakan acara rutin tahunan BBKSDA. Kegiatan tersebut merupakan pertama kalinya digelar di lingkungan universitas.

“Harapan kita ini di tengah-tengah perguruan tinggi, di tengah masyarakat yang sedang menuntut ilmu, kita harapkan mereka menjadi bibit-bibit potensial pemimpin, di manapun mereka berada maka jiwa konservasinya bisa terbawa,” ujar Hotmauli.

 Ditambahkan Hotmauli, Kemah Konservasi diikuti para pemuda yang terdiri dari mahasiswa pecinta alam, siswa pecinta alam, kader-kader konservasi yang tersebar di seluruh Sumut, mulai dari pegiat konservasi penyu, orangutan, gajah, harimau, dan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hutan, sumut

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top