OJK Dorong Korporasi Daerah Manfaatkan Pasar Modal Jadi Alternatif Pendanaan

Dia berharap perusahaan daerah tidak hanya mengandalkan perbankan saja untuk pembiayaan dalam pengembangan usaha, namun juga bisa melalui pasar modal.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 12 September 2019  |  19:22 WIB
OJK Dorong Korporasi Daerah Manfaatkan Pasar Modal Jadi Alternatif Pendanaan
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen. - Bisnis / Asteria Desi Kartika Sari

Bisnis.com, MEDAN— Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengatakan ada berbagai solusi pendanaan supaya korporasi di daerah dapat terus berkembang, salah satunya adalah melalui pasar modal.

Dia berharap perusahaan daerah tidak hanya mengandalkan perbankan saja untuk pembiayaan dalam pengembangan usaha, namun juga bisa melalui pasar modal. “Jangan melulu dari perbankan, kami berharap pengusaha di Sumatra Utara mengenal itu,” katanya saat Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terbadu 2019 di Medan, Kamis (12/9/2019).

Dia mengatakan, minimnya pengetahuan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya korporasi, khususnya di daerah yang masuk ke pasar modal. Tak hanya untuk korporasi, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan pasar modal melalui obligasi guna pembiayaan infrastruktur daerah.

“Supaya pembangunan dipercepat, jangan hanya menunggu alokasi dari pemerintah pusat saja. Kalau Sumut memiliki proyek prioritas, ada proyek yang menguntungkan bisa kerjasama dengan BUMD ataupun swasta, itu bisa menerbitkan obligasi,” jelasnya.

Guna meningkatkan pemahaman itu, OJK telah memberikan beberapa sosialisasi dan seminar dengan tema “Program Pengembangan Perusahaan Efek Daerah dan Penerbitan Produk Investasi Sektor Riil dan Infrastruktur”. Kegitan tersebut ditujukan untuk para pemilik perusahaan daerah di Sumatra Utara, khususnya Medan. Jadi, para pengusaha mengenal adanya alternatif sumber pembiayaan dari sektor pasar modal.

Selain itu, pihaknya bersama pemilik/pengendali Kelompok Usaha di Sumut melakukan komunikasi melalui bussines meeting, dengan harapan banyak kelompok usaha go-public sehingga dapat menambah daftar jumlah emiten Sumut, serta menambah alternatif pilihan masyarakat untuk berinvestasi pada perusahaan.

Pasalnya, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, hingga saat ini Sumatra Utara baru memiliki 6 emiten saham, dan 3 emiten obligasi. Adapun jumlah investor di Sumut juga masih minim, secara umum jumah investor pasar modal berjumlah 44.494 investor saham, dan 55.175 investor di sektor reksadana, jadi total sebanyak 98.669 investor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa efek indonesia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top