Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kejati Riau Soroti Aset Gedung Pemda Tidak Terawat

Kejaksaan Tinggi Negeri Riau menyoroti masalah aset gedung milik pemerintah daerah tingkat Provinsi serta kabupaten dan kota yang ada di Riau, karena dibiarkan tidak terawat.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 03 September 2019  |  17:07 WIB
Kejati Riau Soroti Aset Gedung Pemda Tidak Terawat
Bagikan
Bisnis.com, PEKANBARU — Kejaksaan Tinggi Negeri Riau menyoroti masalah aset gedung milik pemerintah daerah tingkat Provinsi serta kabupaten dan kota yang ada di Riau, karena dibiarkan tidak terawat.
 
Kepala Kejati Riau Uung Abdul Ayukur mengatakan pemda di wilayah itu gemar membangun gedung, namun untuk perawatan kurang diperhatikan.
 
"Akibatnya banyak gedung pemda yang seharusnya biaya perawatan murah, malah menjadi mahal karena gedung terabaikan dan rusak," katanya, Selasa (3/9/2019).
 
Menurut dia, salah satu penyebab masalah perawatan aset gedung pemda ini karena ada ego antara kepala daerah yang menjabat dengan pimpinan sebelumnya, sehingga aset gedung yang sudah dibangun di masa lalu kemudian diabaikan.
 
Padahal seharusnya setiap aset gedung yang sudah dibangun, harus dimanfaatkan dan ditempati bukan dibiarkan, yang berujung bisa rusak dan hancur.
 
Pihaknya mengaku masalah seperti ini terjadi di beberapa daerah kabupaten. Padahal aset gedung tersebut harus dibayar lunas kepada rekanan pelaksana proyek.
 
"Saya harap kedepannya pembangunan aset gedung harus dilakukan berkesinambungan, jangan ada lagi gedung dibiarkan kepala daerah yang menjabat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aset kejati
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top