Pinjaman Tekfin Sumatra Utara Tumbuh Pesat

Pertumbuhan bisnis teknologi finansial atau tekfin peer-to-peer (P2P) lending di Sumatra Utara mencatatkan pertumbuhan pesat. Buktinya, penyaluran pinjaman P2P lending meningkat sebesar 138,9% (year-to-date) dibandingkan dengan akhir tahun lalu.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  12:57 WIB
Pinjaman Tekfin Sumatra Utara Tumbuh Pesat
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr

Bisnis.com, MEDAN— Pertumbuhan bisnis teknologi finansial atau tekfin peer-to-peer (P2P) lending di Sumatra Utara mencatatkan pertumbuhan pesat. Buktinya, penyaluran pinjaman P2P lending meningkat sebesar 138,9% (year-to-date) dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agregat total pinjaman secara nasional yang disalurkan tekfin P2P lending pada Juni 2019 mencapai Rp44, 8 triliun. Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat atau mencapai 97,6% (years-to-date) dibandingkan dengan akhir tahun lalu senilai Rp22,6 triliun.

Kepala OJK Regional V Sumbagut Yusuf Ansori mengatakan pinjaman untuk P2P lending cukup signifikan. Dia mengatakan total penyaluran pinjaman per Juni 2019 di Sumatra Utara mencapai Rp876,1 miliar atau meningkat 138,9% (years-to-date) dibandingkan dengan akhir tahun lalu mencapai Rp366,6 miliar.

“Untuk jumlah rekening peminjam di Juni 2019 sebanyak 258.382 rekening atau meningkat sebesar 147,4% dibandingkan Desember 2018,” kata Yusuf kepada Bisnis, Senin (26/8/2019).

Yusuf menilai secara peningkatan pinjaman tersebut didukung karena faktor kemudahan akses yang ditawarkan. Pasalnya, untuk analisis spesifik secara mendalam belum dilakukan. Apalagi, lanjutnya, secara volume entitas P2P lending di Sumatra Utara belum terlalu besar.

Meski pinjaman cukup signifikan, dia melanjutkan upaya untuk meningkatkan persebaran bisnis fintech di luar Jawa, khsusnya di Sumatra Utara belum dilakukan. Kendati begitu, lanjutnya, potensi pertumbuhan tekfin di Sumatra Utara cukup potensial.

“Belum ada kebijakan khusus untuk itu. Kalau potensi selalu ada, tapi untuk kebijakan khusus beum,” katanya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top