Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Keberadaan Emiten Dorong Pertumbuhan Investor Pasar Modal di Daerah

Jumlah investor pasar modal di Sumatra Selatan sudah mencapai 17.074 investor per semester I/2019.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  13:16 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, PALEMBANG – Keberadaan perusahaan terbuka di daerah dinilai berpengaruh signifikan terhadap jumlah investor yang tertarik menanamkan asetnya di pasar modal.

Berdasarkan data yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Palembang, terlihat jumlah investor di Kabupaten Muara Enim mencapai 1.095 Sub Rekening Efek (SRE) dan 977 Single Investor Identification (SID) per Juni 2019. Kabupaten Muara Enim merupakan lokasi kantor dan tambang milik emiten pelat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA).

Kepala Perwakilan BEI Palembang Hari Mulyono mengatakan Muara Enim menempati posisi kedua tertinggi setelah Kota Palembang untuk sebaran investor di Sumatra Selatan (Sumsel).

“Kehadiran PTBA sebagai emiten memang memberikan kontribusi terhadap jumlah investor pasal modal, di samping ada pula faktor lainnya, seperti tingkat pendidikan yang bagus di Muara Enim,” paparnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (16/7/2019).

Menurut Hari, hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang menjadi lokasi utama pabrik PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR), tepatnya di Baturaja.

Jumlah investor di Kabupaten OKU tercatat mencapai 765 SRE dan 689 SID per Juni 2019. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, yang sebanyak 674 SRE dan 614 SID.

“Kami memang lebih mudah memberikan contoh emiten kepada calon investor, tinggal bilang ada SMBR. Bahkan, kami ada galeri investasi di perguruan tinggi di sana,” lanjutnya.

Hari menjelaskan pertumbuhan investor di daerah memang perlu ditopang dengan tingkat pendidikan masyarakat karena berkaitan dengan pemahaman terhadap masa depan. Faktor lain adalah yang berkenaan dengan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan di daerah tersebut.

Dia mengaku pihaknya juga rutin menggelar edukasi ke kabupaten/kota lainnya di Sumsel agar masyarakat lebih paham tentang pasar modal dan saham sebagai produknya.

Secara umum, jumlah investor di Sumsel mencapai 17.074 investor (SID dengan SRE aktif) pada paruh pertama 2019, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebanyak 14.855 investor. BEI Palembang optimistis jumlah investor tahun ini tumbuh kuat dibandingkan realisasi 2018.

“Apalagi, sekarang kondisi politik sudah mantap, pembangunan mulai marak dan ada faktor makro juga seperti The Fed yang berencana menurunkan suku bunga, membuat pasar modal lebih menarik untuk calon investor baru,” sambung Hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modal palembang
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top