Lebaran 2019, Kebutuhan Uang Tunai di Sumut Diproyeksi Naik Hingga 30 Persen

Pada masa libur Lebaran, masyarakat biasanya memilih mengambil uang tunai dengan nominal yang cukup besar dibandingkan bertransaksi secara non tunai.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  14:41 WIB
Lebaran 2019, Kebutuhan Uang Tunai di Sumut Diproyeksi Naik Hingga 30 Persen
Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, MEDAN -- Perbankan memperkirakan kebutuhan uang tunai di Sumatra Utara naik antara 25-30 persen pada Lebaran tahun ini. 
 
Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Ridwan Siregar memprediksi kebutuhan uang tunai di Sumatra Utara (Sumut) pada Lebaran 2019 meningkat hingga 30 persen dibandingkan dengan kondisi normal. 
 
Pada kondisi normal, mayoritas transaksi dilakukan secara non tunai. Namun, khusus pada momen Hari Raya, nasabah menarik uang tunai dengan nominal yang lebih tinggi. 
 
Adapun, untuk penarikan uang tunai, pihaknya telah menyiagakan 260 unit Anjungan Tunai Mandiri (ATM). 
 
"Seperti pengalaman kami tahun lalu, [kenaikan kebutuhan uang tunai] antara 25-30 persen," sebutnya, Senin (27/5/2019) malam. 
 
Lebih lanjut, beberapa titik ATM  yang berada di jalur mudik bakal mendapat perhatian khusus. Selain menambah jumlah uang tunai di setiap unit, pihaknya pun harus mengantisipasi gangguan operasional seperti padamnya listrik dan terganggunya jaringan internet. 
 
"Barangkali listriknya padam atau internetnya down. Ini mungkin yang harus diantispasi," tutur Syahdan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Rupiah, lebaran

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top