Smartfren Makin Masif Akuisisi Pelanggan Baru di Sumbagut

PT Smartfren Telecom, Tbk semakin masif mengakuisisi pelanggan baru melalui kartu perdana berbundel bonus kuota data di wilayah Sumatra bagian utara.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 10 April 2019  |  07:31 WIB
Smartfren Makin Masif Akuisisi Pelanggan Baru di Sumbagut
PT Smartfren Telecom Tbk. melakukan uji coba jaringan di terowongan MRT Jakarta Istora Mandiri. Selasa (9/4 - 2019). Hasilnya, untuk kecepatan unduh mencapai 63,72 Mbps dan untuk unggah mencapai 4,88 Mbps.
Bisnis.com,  MEDAN - PT Smartfren Telecom, Tbk semakin masif mengakuisisi pelanggan baru melalui kartu perdana berbundel bonus kuota data di wilayah Sumatra bagian utara.
Regional Head Northern Sumatra Smartfren, Jefry Batubara mengatakan pelanggan baru bisa mendapatkan manfaat senilai Rp720.000 melalui kuota 15 gb perbulan selama dua tahun. Kendati demikian, dia mengakui terdapat beberapa syarat yang dikenakan kepada pelanggan agar bisa menikmati bonus ini.

 Pertama, hanya pelanggan baru yang bisa menikmati bonus data. Adapun, pengguna yang nomor identitas ponsel (international mobile equipment identity/imei)-nya sudah tercatat tak akan mendapat bonus. 
 
Kedua, pelanggan harus melakukan isi ulang minimal Rp50.000 untuk mendapat bonus 15 gb yang berlaku selama 14 hari. Menurutnya, syarat tersebut sengaja ditetapkan agar jumlah nomor aktif di jaringan bertambah. 
 
"Kami enggak mau sia-sia. Rp720.000 benefit-nya pernomor. Makanya banyaklah persyaratannya," ujarnya, Selasa (9/4/2019). 
 
Lebih lanjut, dari sisi harga per mega byte (mb), dia menuturkan harga permb menjadi lebih terjangkau dibandingkan kartu perdana sebelumnya. Adapun, basis volume yang ditawarkan masih sesuai dengan ekspektasi konsumen terhadap stabilitas jaringan meskipun pengguna paket unlimited masih mendominasi. 
 
Sebagai gambaran, saat ini jumlah nomor aktif di jaringan Smartfren di Sumatra bagian utara sebanyak 20% terhadap total secara nasional dan di Sumatra Utara berkontribusi lebih dari 50% terhadap wilayah Sumatra bagian utara. Dari sisi rata-rata pendapatan perpelanggan (average revenue per user/ARPU), Rp68.000 yang diwakili oleh pengguna mifi. 
 
Dia menyebut masih terdapat ceruk pasar produk berbasis kuota yang bisa dijajaki seiring dengan pemadatan dan perluasan jaringan. Saat ini, ketersediaan jaringan 4G terhadap populasi menyentuh 70 persen untuk wilayah Sumatra bagian utara di sisi barat dan 80 persen di sisi timur. 
 
"[Cakupan jaringan] 70 persen di wilayah Sumbagut barat seperti Singkil, Meulaboh. Kalau di lintas timur seperti di Pekanbaru itu sudah 80 persen," katanya.

Jeffry berujar pihaknya melakukan pemadatan jaringan di lokasi dengan penggunaan data tertinggi. Selain itu, wilayah pariwisata seperti Sibolga, Danau Toba, Berastagi, Bukittinggi, Danau Maninjau dan Danau Singkarak menjadi prioritas perusahaan. 

Berdasarkan hasil pengukuran Open Signal pada Desember 2018, di Medan, kecepatan pengunduhan 4G di jaringan Smartfren sebesar 2,11 Mbps; Tri 3,56 Mbps; Indosat 5,14 Mbps; Telkomsel 10,7 Mbps dan XL 6,59 Mbps. Sementara itu, dari sisi kecepatan pengunggahan Smartfren sebesar 5,83 Mbps; Tri 3,78 Mbps; Indosat 9,3 Mbps; Telkomsel 18,67 Mbps dan XL 8,08 Mbps. 

Adapun, dari sisi ketersediaan jaringan 4G, ketersediaan jaringan Tri berada di angka 87,66 persen; Indosat 76,08 persen; Smartfren 95,85 persen; Telkomsel 83,71 persen dan XL 87,5 persen. 

"Yang baru di-expand itu di Sibolga dan Padangsidimpuan. Bukan di tingkat kota, kecamatan lagi tapi di kelurahan," katanya. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smartfren, kartu perdana

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top