Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Polda Minta Berita Karlahut Riau Berimbang

Polda Riau meminta pemberitaan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah itu, disampaikan secara berimbang.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  14:56 WIB
Polda Minta Berita Karlahut Riau Berimbang
Pembakaran lahan sawit. -
Bagikan
Bisnis.com, PEKANBARU -- Polda Riau meminta pemberitaan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah itu, disampaikan secara berimbang.
 
Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mengatakan saat ini berita karlahut menjadi lima besar isu nasional di media massa dan media sosial.
 
"Tolong kami harap kepada media, dibantu gubernur dalam berita itu hendaknya berimbang, jangan dibesar-besarkan dan tidak pula mengecilkan, ya sesuai realitas saja," katanya saat rapat tim satgas karlahut di Pekanbaru, Rabu (27/2/2019).
 
Dia menjelaskan sampai saat ini semua pihak sudah berbuat, untuk menanggulangi kebakaran lahan dan hutan di daerah tersebut.
 
Menurut dia, kebakaran juga dapat terjadi karena faktor alam dan manusianya, sementara pada saat langkah pemadaman dilakukan, alat pendukung dan pasokan air terbatas.
 
Untuk data hotspot tahun ini, menurut dia memang terjadi peningkatan dan itu bukan rekayasa.
 
"Karena itu kami terus bergerak, sudah menurunkan ratusan personil ke lapangan. Ditambah hari ini bersama tim Labfor Reskrimsus untuk menyelidiki apakah ada kesengajaan dalam kasus karlahut di Dumai," katanya.
 
Adapun menurut BPBD Riau angka kebakaran lahan dan hutan di wilayah itu sudah mencapai 1.136 hektare, dengan wilayah terbakar paling luas di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau polda Kabut Asap Karhutla
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top