Garuda Indonesia Kembali Terbangi Jakarta-Silangit 

Setelah sempat terhenti, kini Garuda  penerbangan ke Bandara Silangit di Siborong-Borong, Sumatra Utara kembali normal. 
Duwi Setiya Ariyanti | 13 Februari 2019 19:23 WIB
Pesawat Garuda Indonesia - Ilustrasi
Bisnis.com, MEDAN - Setelah sempat terhenti, kini Garuda  penerbangan ke Bandara Silangit di Siborong-Borong, Sumatra Utara kembali normal. 
Manager of Airport Operation, Service & Maintenance Bandara Silangit Ermansyah Siregar mengatakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta ke Silangit dan sebaliknya telah kembali beroperasi sejak 27 Januari.
Adapun, dalam sepekan, terdapat empat kali operasi yakni pada Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.
Secara total, terdapat lima rute ke Silangit yang beroperasi setiap hari yakni Batik Air dengan rute Soekarno Hatta-Silangit dan Silangit-Soekarno Hatta. Kemudian, Citilink dengan rute Soekarno Hatta-Silangit dan Silangit-Soekarno Hatta. Rute lainnya yakni Citilink dengan rute Halim Perdana Kusuma-Silangit dan Silangit-Halim Perdana Kusuma. 
Sisanya, Sriwijaya Air dengan rute Soekarno Hatta-Silangit dan Silangit-Soekarno Hatta serta Wings Air dengan rute Kualanamu-Silangit dan Silangit-Kualanamu. Terakhir, Air Asia dengan rute Kuala Lumpur-Silangit dan Silangit- Kuala Lumpur yang beroperasi ada Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. 
Berdasarkan data yang diterima Bisnis.com, sehari setelah Garuda beroperasi, Sriwijaya Air menghentikan operasi pada 28 Januari hingga 24 Februari. Dengan demikian, dari dua penerbangan Sriwijaya Air, yang tersisa tinggal satu penerbangan. 
"Mulai tanggal 27 Januari, Garuda rute Jakarta-Silangit sudah kembali beroperasi empat kali seminggu yaitu hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (13/2/2019). 
Di sisi lain, untuk pergerakan penerbangan dan penumpang mulai 1 Januari 2019 hingga 12 Februari 2019, terdapat penurunan  jumlah penerbangan yakni dari 606 penerbangan di periode yang sama tahun lalu menjadi 552 penerbangan.
Dari sisi penumpang, jumlah penumpang yang tercatat pada periode 1 Januari hingga 12 Februari 2019 sebanyak 59.264 penumpang atau naik 19,46% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yaitu 49.610 penumpang. 
"Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2019 sampai dengan 12 Februari 2019 terjadi peningkatan pergerakan penumpang dibanding periode yang sama tahun 2018 yaitu sebesar 19,46%," katanya. 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatra Utara turun sebesar 14,97% dibandingkan tahun lalu yakni dari 270.792 kunjungan menjadi 231.465 kunjungan. 
Perinciannya, sepanjang 2018, jumlah kunjungan melalui Bandara Kualanamu mencapai 225.167 kunjungan, Pelabuhan Belawan 140 kunjungan, Pelabuhan Tanjungbalai Asahan 3.869 kunjungan dan Bandara Silangit sebanyak 2.289 kunjungan. 
Bila dibandingkan dengan tahun 2017, kenaikan tertinggi berasal dari Bandara Silangit yakni sebesar 203,18% dari 755 orang menjadi 2,289 orang. Tiga pintu masuk lainnya justru mencatatkan penurunan yakni 8,67% di Bandara Kualanamu dari 246.551 orang menjadi 225.167 orang. 
Kemudian, kedatangan dari Pelabuhan Tanjungbalai Asahan turun 22,99% dari 5.024 orang menjadi 3.869 orang. Terakhir, penurunan terdalam terjadi di Pelabuhan Belawan yakni menyentuh 99,24% dari 18.462 orang menjadi 140 orang. 

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top