Kapal Ternak Tekan Risiko Penyusutan Bobot Sapi Hingga 9%

Kementerian Pertanian mengungkapkan sejak adanya trayek angkutan kapal ternak dari program tol laut telah berdampak pada penurunan risiko penyusutan bobot sapi hingga menjadi 9%.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 05 Februari 2019  |  06:21 WIB

Bisnis.com, SURABAYA - Kementerian Pertanian mengungkapkan sejak adanya trayek angkutan kapal ternak dari program tol laut telah berdampak pada penurunan risiko penyusutan bobot sapi hingga menjadi 9%.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementan, Fini Murfiani mengatakan sebelum ada kapal khusus ternak, banyak terjadi kasus penyusutan bobot sapi selama perjalanan laut.

"Saat ini dari 78 pelayaran yang ada, loadfactornya sudah 80%. Nah itu sebabnya kenapa ternak terutama sapi harus diangkut dengan pelayaran khusus agar tidak stres," ujarnya saat Seminar Nasional Tol Laut, Senin (4/2/2019).

Dia mengungkapkan, sebelumnya saat pengiriman sapi dari NTT ke Jakarta terjadi penyusutan bobot sapi bahkan hingga 15%-20%. Namun setelah ada kapal khusus ternak, penyusutan maksimal hanya 9%.

"Keberadaan kapal ternak ini juga bagian dari upaya animal welfare. Di kapal khusus itu, sapi-sapi bisa duduk, nyaman, tenang, dan kondisi itu sangat mempengaruhi kualitas daging dan ototnya nanti tidak menjadi keras," jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Fini, peternak sebagai produsen sapi bisa merasakan harga jual sapi yang layak, dan konsumen di Jakarta pun bisa merasakan daging sapi yang berkualitas dan harga yang juga tidak terlalu tinggi.

Menurut Fini, keberadaan kapal ternak yakni KM. Camara Nusantara 1-6 juga dinilai sangat bermanfaat karena pemerintah bisa mengetahui angka suplai sapi ternak dalam negeri.

"Kalau kita tahu data suplai dalam negeri, nanti kita juga akan tahu, berapa sih impor sapi yang dibutuhkan," imbuhnya.

Adapun konektivitas trayek angkutan ternak tahun ini ada 6 rute, yakni KM. Camara Nusantara 1 oleh PT Pelni (Kupang - Waingapu - Tanjung Priok - Cirebon - Kupang), KM Camara Nusantara 3 oleh PT Pelni (Kupang - Waingapu - Tanjung Priok - Cirebon - Surabaya-Dumai- Cirebon-Kupang).

Selanjutnya KM. Camara Nusantara 2 oleh PT ASDP (Kupang - Wini- Atapupu- Tanjung Priok - Kupang), KM. Camara Nusantara 6 oleh PT Subsea (Bima - Badas - Parepare - Palu - Balikpapan/Samarinda - Bima), dan rute yang terakhir KM. Camara Nusantara 5 oleh PT ASDP (Celukan Bawang - Tanjung Priok - Kupang - Wini - Atapupu - Samarinda - Celukan Bawang).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sapi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top