Balai BPOM Palembang Sasar Produk UMKM Kuliner

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM Palembang gencar menyasar pelaku UMKM kuliner untuk mendapatkan stiker keamanan pangan sebagai langkah balai memastikan produk aman dari bahan berbahaya.
Dinda Wulandari | 29 Agustus 2018 13:49 WIB
Festival kuliner - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM Palembang gencar menyasar pelaku UMKM kuliner untuk mendapatkan stiker keamanan pangan sebagai langkah balai memastikan produk aman dari bahan berbahaya.

Kepala Balai BPOM, Dewi Prawitasari, mengatakan saat ini sudah 169 stiker pangan aman yang diberikan balai kepada pelaku kuliner yang produknya  telah lulus uji keamanan.

"Mayoritas yang dapat stiker adalah pedagang kecil, produsen pempek apalagi saat ini animo mereka sangat tinggi untuk ikut uji keamanan pangan," ujarnya, Rabu (29/8/2018).

Untuk memudahkan produsen makanan, kata Dewi, pihaknya telah menempatkan mobil laboratorium keliling di sentra kuliner yang ada di kota itu.

Salah satunya adalah sentra pempek 26 Ilir di mana terdapat 21 produsen pempek  yang sudah mendapat stiker pangan aman.

Menurut dia, dalam melaksanakan uji keamanan pihaknya fokus di kebersihan, pangan, selain itu makanan tidak boleh mengandung formalin, borax dan zat pewarna nonmakanan.

Selain itu, pihaknya juga telah memberikan stiker untuk UMKM kuliner di Lorong Basah Night Culinary yang merupakan destinasi kuliner baru di Palembang.

 

Dewi mencatat sudah ada 81 tenant yang mendapatkan stiker pangan aman di produk makanan yang mereka jual.

"Adanya stiker tersebut tentu saja berdampak positif terhadap usaha UMKM, salah satunya meningkatkan omset karena konsumen lebih yakin terhadap produk yang dibeli," paparnya.

Selain menyasar UMKM, Dewi menambahkan, Balai BPOM juga telah menguji produk makanan yang dijajakan hotel, restoran umum hingga restoran yang ada di Bandara Internasional SMB II Palembang.

Balai BPOM pun telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemprov Sumatra Selatan untuk mengawasi pangan olahan terpadu di provinsi itu.

Dalam  PKS tersebut tertuang adanya pembinaan UMKM untuk sarana produksi industri rumah tangga pangan olahan.

"Sementara pengawasan pangannya berupa pemeriksaan setempat dalam rangka pengawasan post market sarana produksi dan sarana distribusi pangan olahan," ujarnya.

Selain itu tim terpadu juga melakukan pengawasan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang ada di Sumsel.

Tag : bpom
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top