Bisnis.com, PADANG—Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dipatok mampu merealisasikan investasi sebesar Rp8,5 triliun tahun ini, atau meningkat hingga 20% dari target tahun sebelumnya sebesar Rp6,5 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi mengatakan target dari pemerintah pusat itu bisa tercapai dengan memaksimalkan potensi investasi yang ada, terutama dari sektor energi.
“Paling besar di Sumbar ini dari potensi energi terbarukan, yakni panas bumi. Kemudian dari sektor pariwisata dan perikanan,” katanya, Selasa (6/3/2018).
Dia mengatakan sejumlah perusahaan sudah menanamkan modalnya untuk pengembangan energi terbarukan di Sumbar, terutama dari energi panas bumi atau geothermal.
Beberapa perusahaan yang menanamkan modalnya di bidang panas bumi adalah PT Supreme Energy Muara Laboh di Kabupaten Solok Selatan, serta PT Hitay Daya Energy di kawasan Gunung Talang Kabupaten Solok.
Menurutnya, untuk energi panas bumi, Sumbar memiliki potensi lebih dari 1.600 MW yang tersebar di 16 titik potensi panas bumi. Saat ini, baru dua perusahaan yang ambil bagian mengembangkan potensi tersebut.
Kemudian, Sumbar juga menawarkan potensi pengembangan pariwisata yang difokuskan untuk pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan seluas 400 Ha dan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai seluas 2.600 Ha.
Selain itu, tentu saja pengembangan objek wisata dan pengembangan infrastruktur penunjang pariwsiata yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota yang ada di daerah itu.
Potensi lainnya, yang dikembangkan adalah industri pengolahan di sektor perikanan. Sumbar menawarkan investasi pengembangan pelabuhan perikanan dan pembangunan pabrik pengolahan ikan di sepanjang pantai Sumbar dan Mentawai.