Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kas Keliling BI ke Wilayah Terluar 2022 Dimulai, Bawa Uang Rp5,9 Miliar

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Barat melepas keberangkatan kas keliling di wilayah 3T (terdepan, terluar dan terpencil) menuju sejumlah pulau di Kepulauan Mentawai.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  19:06 WIB
Kas Keliling BI ke Wilayah Terluar 2022 Dimulai, Bawa Uang Rp5,9 Miliar
Seorang personel TNI AL tengah berada di atas KRI Cakalang saat bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Sumatra Barat, Senin (27/6/2022). Bank Indonesia Perwakilan Sumbar membawa uang tunai baru senilai Rp5,9 miliar dalam rangka kegiatan kas keliling ke Kepulauan Mentawai bertajuk Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 diangkut menggunakan KRI Cakalang. Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini dimulai pada 27 Juni hingga 2 Juli 2022 melibatkan 30 personel TNI AL dan 15 pegawai BI. - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Barat melepas keberangkatan kas keliling di wilayah 3T (terdepan, terluar dan terpencil) menuju sejumlah pulau di Kepulauan Mentawai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama A mengatakan dalam melakukan ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 ini BI bekerja sama dengan TNI AL.

"Pada kas keliling tahun 2022 ini kita menyiapkan uang sebanyak Rp5,9 miliar," katanya, Senin (27/6/2022).

Dia menjelaskan kas keliling itu dimulai dari tanggal 27 Juni sampai dengan 2 Juli 2022, dan akan mengunjungi 5 pulau terluar di Kepulauan Mentawai, yaitu Pulau Pagai Selatan, Pulau Pagai Utara, Pulau Sipora, Pulau Siberut dan Pulau Siberut Selatan.

Selama menjalankan ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 itu para karyawan atau kasir dari BI yang bertugas dibantu oleh kapal milik TNI AL yaitu KRI Cakalang 852.

"Pada Kas Kapal kali ini selain mendistribusikan uang, Bank Indonesia juga akan memberikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI)," jelasnya.

Menurutnya dengan adanya ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 itu, merupakan salah satu upaya untuk menjaga kestabilannya yaitu dengan pencetakan dan pengedaran uang rupiah yang berkualitas baik dan layak edar sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini juga mengikuti UU No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk melakukan pengelolaan uang Rupiah, meliputi perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan serta pemusnahan uang rupiah.

Dikatakannya pelaksanaan amanat undang-undang dan misi tersebut bukanlah tugas yang mudah, karena Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia yang tersebar di 17.499 pulau dan berbatasan dengan 11 negara tetangga.

Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas perairannya yang mencakup 70% dari luas wilayah NKRI.

"Jadi memang masih banyak daerah-daerah blank spot yang belum dapat dijangkau oleh BI dan Perbankan dalam pengedaran uang rupiah," kata Wahyu.

Di kesempatan yang sama, Danlantamal II Padang Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono mengatakan TNI AL mendukung secara penuh atas kegiatan yang dilakukan BI tersebut.

"Kita akan memberikan dukungan pendistribusian uang rupiah hingga layak edar," tegasnya.

Dia berpesan kepada semua personel yang berangkat untuk menjaga komunikasi antara prajurit dengan personil BI di atas kapal.

Menurutnya yang terpenting adalah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, memperhatikan protokol kesehatan khususnya dengan kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, selalu update berita cuaca, melaksanakan semua kegiatan sesuai dengan SOP. (k56).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia sumbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top