Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

61.000 Tenaga Kerja di Riau Berhasil Diserap Sepanjang 2021 Lalu

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan pihaknya terus mendorong berbagai pelaku usaha dalam dan luar negeri untuk menanamkan modal serta membuka bisnisnya di Bumi Lancang Kuning.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  19:42 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau menyatakan sebanyak 61.000 tenaga kerja berhasil diserap dari pembukaan lapangan pekerjaan oleh perusahaan yang berinvestasi di wilayah tersebut.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan pihaknya terus mendorong berbagai pelaku usaha dalam dan luar negeri untuk menanamkan modal serta membuka bisnisnya di Bumi Lancang Kuning.

"Sepanjang 2021 lalu ada kurang lebih 61.000 tenaga kerja yang berhasil terserap oleh perusahaan-perusahaan yang mananamkan investasinya di Riau. Dengan kondisi itu juga mendorong turunnya angka pengangguran," ujarnya, Senin (20/6/2022).

Menurutnya memang salah satu tugas pemerintah adalah memberikan kemudahan usaha, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi para investor untuk mengembangkan bisnisnya di Riau.

Dia memandang peningkatan investasi yang kondusif di daerah merupakan salah satu upaya dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Syamsuar menambahkan dalam waktu dekat, akan ada investor yang datang dari Singapura dan diharapkan nantinya ada kesempatan bagi generasi muda atau pekerja yang masih menganggur untuk dapat kembali bekerja di perusahaan asal negara tetangga itu.

Selain itu, Pemprov Riau juga kembali melanjutkan program Pemagangan Dalam Negeri Tahun Anggaran 2022 yang ditaja oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Tranmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, yang berkerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP).

Menurut Syamsuar, kegiatan pemagangan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Riau. Serta ilmu dan kompetensi yang dimiliki pemagang dapat diimplementasikan dengan baik di perusahaan tempat mereka berkerja.

Dia mengucapkan terimakasih kepada FKJP Provinsi Riau serta para pimpinan perusahaan yang telah memberikan kesempatan bagi putra putri Riau sehingga bisa melakukan pemagangan di perusahaannya.

“Semoga kedepannya akan semakin banyak perusahaan yang bersedia memberikan kesempatan bagi para pemagang dalam berkerja di perusahaan," ujarnya.

Sementara itu Disnakertrans Riau mencatat sebanyak 300 tenaga kerja magang akan ditempatkan di 20 perusahaan yang bergerak di bidang jasa, perhotelan, rumah sakit dan manufaktur yang ada di Provinsi Riau.

Kepala Disnakertrans Riau, Imron Rosyidi mengatakan kegiatan pemagangan ini akan dilaksanakan selama lima bulan, dengan pembiayaan berasal dari dana DIPA dan POK Ditjen Binalattas Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi TA 2022 Disnakertrans.

"Fasilitas yang akan diberikan nantinya kepada para peserta pemagangan yaitu pakaian kerja, asuransi BPJS Ketenagakerjaan, uang saku, dan sertifikat," ujarnya.

Imron menyebutkan kegiatan pemagangan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja dengan menjalani proses pemagangan di dunia industri sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Serta untuk mempelajari pengendalian sikap kerja, pengetahuan dan keterampilan berdasarkan pengalaman pelaksanaan tugas sesuai dengan program pelatihan.

“Sehingga meningkatkan kesadaran kerja dan mengurangi tingkat pengangguran, juga meningkatkan kredibilitas maupun produktivitas angkatan kerja."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau tenaga kerja
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top