Bank Sumsel Babel Himpun DPK Rp25,1 Triliun

Bank Sumsel Babel tercatat berhasil menghimpun dana pihak ketiga sebanyak Rp25,01 triliun sepanjang tahun 2021 atau tumbuh 18,51% dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin (kedua dari kiri) menyaksikan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya meneken tombol undian super grandprize tabungan pesirah. /Bisnis-Dinda Wulandari
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin (kedua dari kiri) menyaksikan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya meneken tombol undian super grandprize tabungan pesirah. /Bisnis-Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Bank Sumsel Babel tercatat berhasil menghimpun dana pihak ketiga sebanyak Rp25,01 triliun sepanjang tahun 2021 atau tumbuh 18,51% dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin mengatakan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tersebut mencerminkan bahwa perusahaan bisa mempertahankan kinerja bisnis meskipun dalam kondisi pandemi.

“Sehingga kami optimistis pada tahun 2022 meskipun industri perbankan bakal menghadapi tantangan likuiditas,” katanya saat acara penarikan undian Pesirah Super Grand Prize, Jumat (28/1/2022) malam.

Dia menjelaskan tantangan likuiditas ketat tersebut tidak terlepas dari rencana bank sentral Amerika Serikat, The Fed, mengerek suku bunga pada tahun ini.

Menurutnya, Bank Sumsel Babel tetap mengandalkan dana murah dari masyarakat. Salah satunya lewat produk Tabungan Pesirah. Saat ini, DPK dari tabungan tersebut sudah mencapai Rp4,3 triliun.

“Tabungan ini adalah satu-satunya yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan di Sumsel dan Babel,” katanya.

Oleh karena itu, perusahaan pun getol melengkapi berbagai layanan digital untuk produk tersebut, sehingga masyarakat bisa denganmudah bertransaksi digital lewat mobile banking dan internet banking.

“Kami pun menggelar program undian untuk mengapresiasi nasabah Tabungan Pesirah yang menyimpan dananya di Bank Sumsel Babel,” kata dia.

Syamsudin menambahkan, kinerja positif juga terjadi untuk sektor kredit, di mana tumbuh 7,82% atau senilai Rp18,9 triliun.

Bahkan, kata dia, kredit produktif Bank Sumsel Babel tumbuh 10% atau di atas pertumbuhan kredit konsumtif.

“Artinya peran kami semakin besar dalam berkontribusi terhadap pembangunan Sumsel dan Babel,” katanya.

Dia menjelaskan torehan apik dalam fungsi intermediasi tersebut turut berdampak positif terhadap raihan laba.

Pada tahun 2021, Bank Sumsel Babel mencetak laba Rp625 miliar atau tumbuh 13,32% dibanding tahun sebelumnya.

“Sehingga kami yakin tahun ini bisa tumbuh karena sudah dua tahun terakhir menghadapi pandemi, Bank Sumsel Babel masih bertahan dan menghasilkan laba,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan Pemerintah Provinsi Sumsel, selaku pemegang saham, berharap Bank Sumsel Babel lebih ekspansif pada tahun ini.

“Harapannya Bank Sumsel Babel dapat berkiprah di provinsi lain dalam menjalankan bisnis perbankan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dinda Wulandari
Editor : Herdiyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper