Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyaluran KUR Bank Sumut Tidak Capai Target, Ini Penyebabnya

Menurut Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadilah Pohan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penyaluran KUR tidak memenuhi target pada tahun lalu.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  18:35 WIB
Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadilah Pohan.  - Bisnis/Nanda Fahriza Batubara
Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadilah Pohan. - Bisnis/Nanda Fahriza Batubara

Bisnis.com, MEDAN - Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumut pada 2021 tidak memenuhi target.

KUR yang disalurkan berjumlah sekitar Rp750 miliar. Sedangkan target yang dipatok pada tahun lalu mencapai Rp1 triliun. Sehingga presentase realisasinya hanya berkisar 75 persen.

Menurut Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadilah Pohan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penyaluran KUR tidak memenuhi target pada tahun lalu.

Rahmat mengatakan, Bank Sumut sangat berhati-hati dalam memilih calon debitur karena faktor pandemi Covid-19.

"Targetnya belum dicapai karena memang kami menerapkan prinsip hati-hati. Karena apa? Karena sebenarnya faktor eksternal, khususnya pandemi ini, sangat memengaruhi dunia usaha," kata Rahmat kepada Bisnis, Jumat (28/1/2022).

Di sisi lain, menurut Rahmat, realisasi tidak mencapai target akibat nasabah cenderung tidak membutuhkan KUR.

"Sebenarnya dari sisi kami sudah selektif memilih debitur-debitur yang mau menerima KUR. Namun nasabah sendiri juga wait and see, yang mana mereka menyatakan bahwa mereka belum membutuhkan," kata Rahmat.

"Karena mereka juga melihat faktor kondisi eksternal untuk mengembangkan usaha. Makanya mereka juga tidak buruh sebenarnya dana-dana KUR," sambungnya.

Menurut Rahmat, perekonomian Sumatra Utara ditopang oleh sektor perkebunan. Sedangkan sektor itu tidak begitu merasakan dampak pandemi.

"Karena kita tahu Sumatra Utara ini ditopang sektor-sektor perkebunan yang bisa dikatakan berbeda dengan Jawa, hampir tidak banyak terdampak pandemi ini sebenarnya dunia usahanya. Tapi mereka wait and see," kata Rahmat.

Sebelumnya, Bank Sumut menggelsr Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada Selasa (25/1/2022).

Rapat itu menetapkan Arieta Aryanti sebagai Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi. Wanita kelahiran 1971 ini sebelumnya pernah berkarir di Bank Danamon dan Citibank.

Usai RUPS-LB, Arieta mengungkap target yang akan dikejar setelah kini menjabat Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut.

"Tentunya seiring dengan rencana besar Bank Sumut, seperti penguatan modal untuk IPO. Kemudian ke depan juga transparansi dari Bank Sumut juga dikedepankan," kata Arieta.

Untuk membuat tata kelola keuangan Bank Sumut lebih transparan dan akuntabel, Arieta akan memanfaatkan penggunaaan teknologi.

"Didukung oleh teknologi informasi yang andal tentunya. Seperti diketahui, dengan perkembangan industri keuangan, khususnya perbankan, ini sangat dinamis. Kita harus selalu relevan," kata dia.

Selain Arieta, RUPS-LB kali ini juga menetapkan Brata Kesuma sebagai Komisaris Utama Independen Bank Sumut.

Brata sendiri sebelumnya telah menjabat Komisaris Independen Bank Sumut berdasarkan keputusan RUPS Tahun 2012 silam.

Rapat ini juga menyetujui untuk mengangkat dan menetapkan Prof Hasballah Thaib sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah Bank Sumut menggantikan almarhum Prof Abdullah Syah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit usaha rakyat bank sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top