Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan SPKLU Pertama di Pekanbaru

Saat ini SPKLU yang ada di Kantor PLN UP3 Pekanbaru termasuk dalam kategori fast charging dengan Tipe 50 kW. Lewat tipe ini, setiap kendaraan cukup mengisi 50 menit dari nol hingga baterai terisi penuh.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 31 Desember 2021  |  21:09 WIB
Pacu Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan SPKLU Pertama di Pekanbaru
Gubernur Riau Syamsuar (kiri) meresmikan penggunaan SPKLU pertama di Kota Pekanbaru, Riau. Istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU – Gubernur Riau bersama PT PLN(Persero) meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Provinsi Riau.

Peresmian SPKLU pertama di Riau ini sebagai bagian dari implementasi kelengkapan infrastruktur bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, sesuai dengan Peraturan Presiden no.55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Untuk itu, PLN berkomitmen menyediakan sejumlah SPKLU baik yang disediakan secara mandiri oleh PLN, ataupun melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan keberadaan SPKLU ini dapat mendorong warga masyarakat khususnya di Provinsi Riau agar beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai sehingga lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon.

"Hal ini sejalan dengan program Riau Hijau untuk menciptakan udara yang lebih bersih. Mobil listrik ini tidak mengeluarkan polusi, tidak merusak lingkungan, tidak ada bedanya dengan kendaraan konvensional yang memakai BBM malah lebih baik dan ekonomis. Suaranya tidak," jelas Syamsuar, Jumat (31/12/2021).

Executive Vice President Transmisi Sumatera dan Kalimantan Nurwahyu Dhinianto menjelaskan penyediaan infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) ini diberikan mandat oleh pemerintah dalam bentuk penugasan kepada PLN yang tertuang dalam peraturan presiden dan peraturan menteri ESDM.

“Untuk percepatan pembangunan infrastruktur KBLBB dalam hal ini SPKLU, PLN membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk ikut berpartisipasi dengan skema bisnis yang sudah disiapkan oleh PLN," ungkap Adi dalam sambutan tertulisnya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau saat menyampaikan laporannya menjelaskan tarif pengisian adalah Rp 1.450 per kWh. Bila baterai diisi secara penuh dari 0 hingga 100 persen, satu unit mobil listrik bisa menempuh jarak hingga 322 km.

"Jadi pengguna kendaraan cukup mengisi 40 kWh dengan kondisi Full untuk itu hanya dibutuhkan biaya Rp 58.000 adapun energi listrik sebesar 1 kWh bisa digunakan untuk menempuh perjalanan 10 km. Kalau dibandingkan dengan pembelian BBM pada kendaraan konvensional tentu jauh lebih hemat biaya jika kita menggunakan kendaraan listrik," jelasnya.

Saat ini SPKLU yang ada di Kantor PLN UP3 Pekanbaru termasuk dalam kategori fast charging atau pengisian cepat dengan Tipe 50 kW. Lewat tipe ini, setiap kendaraan cukup mengisi 50 menit dari nol hingga baterai terisi penuh.

Pada 2022, akan ada penambahan 3 unit SPKLU. Semuanya dimaksudkan untuk lebih mendorong jumlah pengguna mobil listrik agar Electric Lifestyle di Provinsi Riau bisa segera terwujud.

“Kami berharap infrastruktur yang PLN bangun tidak hanya dapat mendukung program transisi energi pemerintah menjadi energi yang lebih bersih, namun dapat mendorong animo masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik” harap Hartono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik PLN riau stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU)
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top