Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bauran Energi Terbarukan Sumbar Capai 27,72 Persen

Dari sisi pembangkit listrik, capaian porsi pemanfaatan energi terbarukan Sumbar telah mencapai 54,90 persen.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  18:07 WIB
Teknisi mengoperasikan mesin turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). - JIBI/Rachman
Teknisi mengoperasikan mesin turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, PADANG - Potensi energi terbarukan di Provinsi Sumatra Barat terbilang cukup besar. Hal ini karena didukung kondisi geografis di berbagai daerah.

Berdasarkan data Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) penggunaan energi terbarukan pada bauran energi primer di Sumbar hingga 2020 telah mencapai 27,72 persen. Jumlah itu jauh lebih tinggi dari total penggunaan energi terbarukan secara nasional yang baru mencapai 11,2 persen.

"Pemanfaatan sumber energi terbarukan ini sesuai dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang telah dijabarkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN)," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi A, Jumat (29/10/2021).

Dia menjelaskan dari sisi pembangkit listrik, capaian porsi pemanfaatan energi terbarukan Sumbar telah mencapai 54,90 persen.

Porsi terbesar dari pemanfaatan tenaga air (PLTA) sebesar 56,08 persen. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi sebesar 18,8 persen. Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa sebesar 15,8 persen persen. Sisanya berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mini/Mikrohidro dan tenaga surya.

Mahyeldi menyebut capaian-capaian tersebut merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi Sumbar dan ke depan harus dipertahankan dan ditingkatkan.

Sementara itu Kepala Dinas ESDM Sumbar, Heri Martinus mengatakan Sumbar dianugerahi sumber daya alam yang berlimpah. Artinya dengan luas wilayah 42.297,3 km2 yang dilalui garis khatulistiwa, lebih dari 45 persen merupakan kawasan yang masih ditutupi hutan lindung.

Dia menjelaskan Sumbar memiliki empat buah danau dan 606 sungai yang menampung curah hujan 1.980 - 5.000 mm/tahun.

Garis pantai seluruhnya bersentuhan dengan Samudera Hindia sepanjang 136.500 km,dengan luas perairan laut 2.420.357 km2.

"Ditinjau dari morfologi, wilayah Sumbar memiliki banyak gunung yang tersebar di 7 kabupaten dan kota dengan beberapa gunung berapi aktif, seperti Gunung Marapi, Gunung Tandikat dan Gunung Talang," katanya.

Letak Sumatera Barat berada pada jalur patahan Semangko, tepat diantara pertemuan dua lempeng benua besar, yaitu Eurasia dan Indo-Australia. Dengan kondisi geografis seperti ini, Sumbar memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, seperti energi air, panas bumi, bioenergi energi surya, angin dan lain-lainnya.

Sumbar memiliki potensi sumber daya air sebesar 1.100 Mega Watt, Panas Bumi 1.705 Mega Watt ekuivalen, Biomassa 923,1 Mega Watt, Surya 5.898 Mega Watt dan Angin 428 Mega Watt.

"Melihat potensi energi terbarukan itu, maka Sumbar telah mencanangkan diri sebagai lumbung energi hijau," tegasnya. (k56)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar plta energi terbarukan
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top