Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peresmian Terminal Anak Aia Padang Diundur, BPTD: Masih Ada Penyempurnaan Infrastruktur

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Provinsi Sumatra Barat memastikan peresmian Terminal Type A Anak Aia harus diundur dari rencana semula yakni pada awal tahun 2021.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  20:07 WIB
Kondisi Terminal Type A Anak Aia Padang, Sumatra Barat, yang memasuki tahap penyelesaian pembangunan, Selasa (31/3/2021).  - Bisnis/Noli Hendra
Kondisi Terminal Type A Anak Aia Padang, Sumatra Barat, yang memasuki tahap penyelesaian pembangunan, Selasa (31/3/2021). - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Provinsi Sumatra Barat memastikan peresmian Terminal Type A Anak Aia harus diundur dari rencana semula yakni pada awal tahun 2021.

Kepala BPTD Wilayah III Provinsi Sumbar Deny Kusdyana mengatakan diundurnya peresmian Terminal Anak Aia itu, mengingat masih ada penyempurnaan infrastruktur seperti halnya jalan dan beberapa titik di bagian terminal.

"Kita masih melakukan penyempurnaan terhadap terminal tersebut. Penyempurnaan bukan perbaikan, tapi penambahan kekurangan fasilitas terminal. Seperti, bagian emplasemen jalan di depan terminal yang membuat bus yang masuk, terkendala sewaktu melakukan manuver," katanya, Rabu (31/3/2021).

Dia menjelaskan kondisi tersebut terjadi, karena di depan terminal ada tanggul badan jalan, sehingga dalam pengerjaannya tidak bisa berbuat banyak, karena terkendala kewenangan.

"Di depan juga ada sungai yang perlu penanganan yang tidak sederhana. Apalagi untuk penyempurnaan ini juga belum masuk dalam isi kontrak kemarin,” ungkap Deny.

Diakuinya, dengan emplasemen yang ada sekarang, bus-bus besar terbatas melakukan manuver masuk terminal. Terutama bus yang ukuran 12 meter model lama, dengan pergerakan beloknya yang terbatas. Sementara, ada bus yang ukuran 13 meter bisa belok sekali saja bisa masuk, dengan kecanggihan teknologinya.

Penyempurnaan lainnya, emplasemen bagian depan untuk kendaraan pribadi juga belum menyambung. Sedangkan yang akan bermanuver di bagian depan juga banyak kendaraan besar. Dikuatirkan akan menimbulkan kesemrawutan jika bersamaan dengan masuknya kendaraan pribadi ke terminal.

"Jika ini terjadi maka membuat pengguna jasa tidak mau masuk ke terminal. Termasuk juga penyempurnaan bagian jalan utama menuju keluar-masuk terminal yang masih terhambat," sebutnya.

Deny mengungkapkan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar. Dari hasil koordinasinya, pihak Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar menyatakan kesiapannya melebarkan sisi rel kereta api di depan Jalan Adinegoro Padang.

“Pihak Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar minta data sampai berapa meter dilebarkan untuk pemasangan palang pintu. Ini yang kita siapkan,” ujarnya.

“Kita tetap mengadopsi semuanya. Penyempurnaan harus ada. Kita usulkan ke pemerintah pusat. Kita menunggu apakah ada anggaran sisa kontrak untuk diprioritaskan," tambahnya.

Selain itu BPTD juga minta pandangan dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dinas Perhubungan Kota Padang, Organda dan termasuk Balai Perkeretaapian serta Dinas PUPR Provinsi Sumbar juga, sebelum Terminal Type A Anak Aia tersebut benar-benar siap untuk diresmikan.

Deny juga mengungkapkan, jelang persiapan pengoperasian terminal ini, BPTD Wilayah III Provinsi Sumbar juga akan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder, pada hari Kamis (1/4/2021) besok.

“Melalui rapat koordinasi nanti, kita minta pandangan masing-masing stakeholder. Termasuk juga dari Organda. Secara sepintas Organda mendukung. Namun, kita berharap ada komitmen bersama nantinya,” ungkapnya.

Menurutnya selain perlu melakukan penyempurnaan, kebijakan pemerintah pusat untuk tidak mudik tahun ini juga mempengaruhi jadwal pengoperasian terminal ini.

“Untuk efektivitas pengoperasiannya kita akan koordinasi dengan pusat. Sudah fix sepertinya disampaikan pemerintah tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 tidak ada pergerakan mudik. Bagaimana teknis dan aturannya sedang dilakukan pembahasan terus menerus,” tegas Deny.

Sementara untuk pengoperasian Terminal Type A Anak Air ini, BPTD Wilayah III Provinsi Sumbar akan meminta arahan pemerintah pusat. “Apakah dengan kondisi seadanya seperti ini, terminal ini lanjut operasionalnya saat Lebaran nanti? Kita belum tahu. Namun, kalau dari pemerintah pusat, hasil koordinasi terakhir, sekitar Agustus 2021 nanti peresmian,” terangnya.

Namun jika memang diresmikan Agustus nanti, maka dengan harapan, ada waktu penyempurnaan terminal. Karena sampai sekarang belum ada anggarannya.

“Tapi kalau memang diperintahkan operasional pada Lebaran nanti, dengan kondisi sekarang ini, tentu kita butuh dukungan rekan-rekan stakeholder,’ harapnya.

Pasalnya, jika dipaksakan harus operasional lebaran nanti, dikhawatirkan saat hujan, kondisi terminal akan semrawut. Karena rigid badan jalan akan dipenuhi parkir kendaraan pribadi.

“Kalau musim panas bisa di parkir di bagian lahan tanah. Tapi kalau hujan kendaraan pasti parkir di badan jalan yang sudah rigid. Dikuatirkan terjadinya kepadatan dan kesemrawutan,” tegas Deny. (k56).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top