Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas Hotel dan Resto di Danau Toba Belum Dapat Sertifikat CHSE

Mayoritas hotel dan restoran di kawasan Danau Toba belum memiliki sertifikat cleanliness, healthy, safety, environmental sustainability (CHSE) Indonesia Care yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  11:47 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MEDAN - Mayoritas hotel dan restoran di kawasan Danau Toba belum memiliki sertifikat cleanliness, healthy, safety, environmental sustainability (CHSE) Indonesia Care yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata.

Dari 39 hotel di Kabupaten Simalungun, baru ada lima hotel dan satu restoran yang memiliki sertifikat tersebut.

"Dari sosialisasi yang sudah dilakuka mulai Desember, sertifikat CHSE hotel untuk saat ini ada lima hotel, untuk restoran hanya satu," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun Anson Napitupulu.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun, terdapat dua hotel berbintang 4 yang ada di Kabupaten Simalungun, ada dua hotel berbintang 3, empat hotel berbintang empat, dan selebihnya hotel non-bintang. Sementara, terdapat sekitar 50-an restoran.

Dengan begitu, terdapat sekitar 90 lapangan usaha pariwisata yang terdiri dari hotel dan restoran di sekitar Kabupaten Simalungun, termasuk yang terletak di kawasan Danau Toba.

Hal senada juga disampaikan oleh Pjs Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Wilayah Simalungun Nike Sinaga. Menurutnya, para pelaku industri pariwisata telah mengunggah dokumen persyaratan sertifikasi CHSE, namun belum ada proses lanjutan.

Nike yang juga merupakan Manager Atsari Hotel di Kecamatan Parapat mengatakan, pihaknya telah mengunggah dokumen persyaratan CHSE sejak November 2020. Namun tim auditor yang bertugas menyurvey dan memberi training belum datang.

"Kita udah terdaftar. Sudah tiga bulan, dari bulan November 2020. Kita pengen cepat ada terealisasi sertifikat CHSE," kata Nike dalam acara Sosialisasi CHSE MICE di Hotel Niagara Parapat, Selasa (17/2/2021).

Selain itu, pengelola hotel di kawasan Parapat terkendala dengan persyaratan pendaftaran yang dilakukan secara online. Karena itu Nike berharap tim auditor yang diturunkan Kemenparekraf bisa terjun langsung membantu pengelola hotel dan restoran mendaftar.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan. Terdapat sekitar 125 hotel dan homestay yang terletak di Kabupaten Samosir. Namun, kebanyakan lapangan usaha tersebut juga belum mendapatkan sertifikat CHSE Indonesia Care.

Katanya, pengurusan sertifikasi tersebut adalah wewenang langsung dari Kemenparekraf. Dinas Pariwisata di daerah hanya bisa memberi pendampingan dan fasilitas bila dibutuhkan.

"Dari Dinas Pariwisata hanya memfasilitasi. Dari dispar sendiri juga membuat standar khusus, begitu," kata Dumosh di Hotel Niagara Parapat, Selasa (16/2/2021).

Data dari Dinas Pariwisata Sumatra Utara menunjukkan, hanya ada 264 industri pariwisata di seluruh Sumatra Utara yang telah memiliki sertifikat CHSE Indonesia care.

Sebelumnya, Koordinator Promosi dan Pendukungan MICE Kemenparekraf Titik Wahyuni mengatakan capaian sertifikasi CHSE Indonesia Care di Sumatra Utara memang belum mencapai target. Meski demikian, pihaknya terus menyosialisasaikan sertifikasi tersebut agar industri pariwisata di Indonesia bangkit kembali.

Minimnya persentase sertifikasi CHSE industri pariwisata di Sumut terjadi karena beberapa kendala, salah satunya keterbatasan auditor yang bertugas melakukan training untuk karyawan di hotel yang terdaftar.

"Auditor memang terbatas. Dan pandemi ini secara tiba tiba dengan kondisi kami juga gerak cepat," kata Titik, Selasa (16/2/2021).

Untuk diketahui, Danau Toba merupakan danau terbessr di Asia Tenggara. Danau ini dikelilingi oleh tujuh kabupaten, yaitu Simalungun, Samosir, Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Karo, dan Dairi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top