Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arus Ekspor dari Luar Pelabuhan Boom Baru Palembang Melonjak

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel arus ekspor di pelabuhan luar Sumsel sebesar 20,74 persen dari total ekspor provinsi itu per September 2020. Angka tersebut meningkat dari semula hanya 13,85 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  19:25 WIB
Kendaraan truk melintas di Kawasan Pelabuhan Boom Baru Palembang. Bisnis/Dinda Wulandari
Kendaraan truk melintas di Kawasan Pelabuhan Boom Baru Palembang. Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Ekspor komoditas Sumatra Selatan melalui pelabuhan di luar provinsi itu menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel arus ekspor di pelabuhan luar Sumsel sebesar 20,74 persen dari total ekspor provinsi itu per September 2020. Angka tersebut meningkat dari semula hanya 13,85 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara Pelabuhan Boom Baru Palembang dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II masih mendominasi kegiatan ekspor Sumsel yang sebesar 72,85 persen. Meski memang terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu yang sebesar 73,75 persen.

Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan pelabuhan yang menjadi sasaran eksportir di Sumsel berlokasi di provinsi tetangga, yakni Pelabuhan Panjang di Provinsi Lampung.

“Ekspor karet, lada hitam dan obat-obatan ada yang dikirim lewat pelabuhan di luar Sumsel,” katanya baru-baru ini.

Menurut Endang, arus ekspor dari pelabuhan di luar Sumsel cukup melonjak sehingga pemerintah daerah perlu memerhatikan tren tersebut, pasalnya angka tersebut dapat menjadi cerminan dari daya saing kegiatan ekspor di Sumsel.

“Mungkin mereka [eksportir] menilai lebih efisien ekspor dari luar Sumsel daripada mereka harus ke Boom Baru,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI/ILFA) Sumsel, Firzal Rasyid, mengatakan kenaikan ekspor dari luar Pelabuhan Boom Baru disinyalir lantaran adanya Tol Palembang – Lampung.

“Itu ada pengaruh jalan tol juga sebagian barang ekspor akan lari ke Lampung, apalagi truk-truk yang menuju Boom Baru masih dibatasi jam operasionalnya oleh Pemkot Palembang,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (20/10/2020).

Menurut dia, pemerintah daerah perlu segera melakukan evaluasi terkait mulai ‘berlarinya’ arus logistik ke Lampung.  Di samping, keberadaan Pelabuhan Boom Baru Palembang juga perlu diperkuat. 

Sebelumnya, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Sumsel, Eddy Resdianto, mengatakan saat ini kondisi bisnis logistik di Kota Palembang tergolong berat, selain terbebani aturan yang dibuat pemerintah setempat juga omset pengusaha truk terdampak pandemi Covid-19.

“Kami merasa terbebani dengan peraturan yang memaksa truk untuk tidak melintas di jam-jam tertentu, sementara solusi yang ditawarkan [Jalan Lingkar Timur] tak kunjung terealisasi,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Oleh karena itu, pengusaha truk mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk segera merealisasikan pembangunan Jalan Lingkar Timur sebagai solusi atas masalah akses angkutan logistik ke Pelabuhan Boom Baru Palembang.

Menurut Resdianto, jika pemerintah tidak segera merealisasikan Jalan Lingkar Timur maka sistem logistik di daerah itu bisa bergeser ke Lampung. Apalagi, kehadiran Tol Palembang—Lampung telah memangkas waktu tempuh secara signifikan. Belum lagi, Pelabuhan Panjang di Lampung merupakan pelabuhan laut dengan kapasitas yang lebih besar. 

“Kami khawatir jika Palembang tidak segera menambah infrastruktur untuk distribusi logistik maka semua lari ke Lampung, tidak hanya perputaran uang dari sektor pariwisata yang lari ke daerah tetangga,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top