Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Kilang RU III Plaju Dipastikan Aman

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit III Plaju memastikan operasional dan produksi Kilang Refinery Unit (RU) III Plaju aman di tengah pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  18:50 WIB
Kilang Plaju PT Pertamina (Persero) Refinery Unit III Palembang. istimewa
Kilang Plaju PT Pertamina (Persero) Refinery Unit III Palembang. istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG -- PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit III Plaju memastikan operasional dan produksi Kilang Refinery Unit (RU) III Plaju aman di tengah pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19.

Region Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Sumbagsel, Dewi Sri Utami, mengatakan Kilang Plaju menghasilkan  sejumlah produk BBM,  mulai dari gasoline (bensin), diesel (minyak solar), avtur hingga LPG.

“Rata-rata produksi saat ini naik sebesar 4 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari 77 MBCD (juta barel per hari) menjadi 80 MBCD,” katanya, Kamis (27/8/2020).

Dengan demikian, Dewi melanjutkan, ketahanan produksi Kilang Plaju saat ini tergolong aman. Beberapa produk seperti premium, solar, dan avtur bahkan lebih dari 15 hari.

Adapun rincian produksi BBM di Kilang Plaju, yakni untuk premium sebanyak 123.18 MBCD dan pertamax sebanyak 71,96 MBCD.

Sementara untuk BBM jenis gasoil, total produksinya antara lain biosolar sebanyak 118,08 MBCD dan solar mencapai 266,20 MBCD.

“Untuk bahan bakat pesawat, Avtur, total produksinya 87,16 MBCD. Dan untuk produksi LPG sebesar 397 metrik ton per hari,” kata Dewi.

Dia melanjutkan Kilang Plaju yang dibangun pada 1904 silam juga telah menghasilkan produk solvents, refrigerant (musicool) dan plastik polimer (polytam).

Dewi mengemukakan untuk menunjang laju produksi dalam masa adaptasi kebiasaan baru, RU III Plaku juga telah menerapkan kerja di kantor untuk seluruh karyawan, setelah sebelumnya mengikuti masa bekerja dari rumah (work from home/WFH). 

Pemberlakuan bekerja di kantor telah dimulai sejak awal pekan (24/8/2020) dengan sejumlah aturan protokol kesehatan yang ketat, seperti adanya pembatasan jumlah karyawan yang masuk.

“Meskipun kantor sudah kembali dibuka, tidak semua karyawan bisa masuk. Diberlakukan sistem shifting agar produktivitas karyawan tetap terjaga,” katanya.

Karyawan juga diwajibkan membawa sendiri perlengkan makan, botol minum, tisu, perlengkapan ibadah, masker cadangan, dan hand sanitizer sendiri. 

Sebelum masuk kantor, pekerja diperiksa suhu tubuh dan dilakukan pengecekan kesehatan lainnya, rapid testberskala besar, jaga jarak aman dan mengurangi kontak fisik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top