Pemprov Sumsel Beri Lampu Hijau Proyek Transmisi 500 kV

Pemprov Sumatra Selatan memberikan lampu hijau terkait pelaksanaan proyek pembangunan transmisi 500 kilovolt Sumatra, Muara Enim-New Aur Duri Jambi.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  13:40 WIB
Pemprov Sumsel Beri Lampu Hijau Proyek Transmisi 500 kV
Saluran Transmisi merupakan media yang digunakan untuk mentransmisikan tenaga listrik dari Generator Station - Pembangkit Listrik sampai distribution station hingga sampai pada konsumer pengguna listrik. Foto: PLN

Bisnis.com, PALEMBANG - Pemprov Sumatra Selatan memberikan lampu hijau terkait pelaksanaan proyek pembangunan transmisi 500 kilovolt Sumatra, Muara Enim-New Aur Duri Jambi.

Proyek transmisi yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk, itu diyakini dapat memantapkan Sumsel sebagai daerah andalan penyuplai listrik se-Sumatra.

Gubenur Sumsel Herman Deru mengatakan pemprov mendukung proyek-proyek kelistrikan yang berlangsung di daerah itu.

“Kami menyambut baik proyek transmisi ini. Apalagi Sumsel memang sudah dicanangkan sebagai penyuplai listrik se-Sumatra,” katanya, Rabu (19/2/2020).

Deru menambahkan pemda juga mengingatkan agar pelaksana proyek dapat melakukan sosialisasi lebih dahulu kepada masyarakat sekitar. Langkah itu dinilai dapat menghindari konflik sekecil apapun saat pembebasan lahan dilakukan. 

“Bila perlu agar masyarakat tidak khawatir soal kesehatan, Waskita bisa membawa ahli kesehatan. Selebihnya silahkan jalan,” katanya.

Sebelumnya, Senior Vice President EPC Division PT. Waskita Karya, Purma Yose Rizal, mengatakan pihaknya segera memulai pembangunan transmisi.

“Segmennya dari Kabupaten Muara Enim ke New Aur Duri di Jambi. Proyek ini masuk di 4 kabupaten/kota di Sumsel. Selain Muara Enim, juga melewati Kota Prabumulih dan Kabupaten Pali,” katanya saat audiensi bersama gubernur Sumsel di Palembang, Selasa (18/2/2020).

Purma mengemukakan saat ini proses pembangunan tengah masuk dalam tahapan penyesuaian tata ruang untuk kemudian penetapan lokasi. 

Sedangkan untuk analisa mengenai dampak lingkungan (amdal), kata dia, sudah proses di kementerian terkait.

Terkait pembebasan lahan tanpa konflik yang diinginkan pemprov tanpa konflik, Purma menjelaskan bahwa sejak awal, sekitar 633 tapak yang akan dibangun itu memang jauh dari pemukiman penduduk. 

“Dari 633 tapak 78 persen-nya ada di Sumsel. Dan itu 400 tapaknya merupakan kawasan non hutan juga bukan di pemukiman padat penduduk,” katanya.

Menurut dia dengan adanya jaringan utama dari transmisi ini nanti akan dapat menyangga produksi listrik dari pembangkit listrik mulut tambang di Sumsel yang kapasitasnya sudah ribuan megawatt (MW) tersebut.

“Saat ini kita juga sudah mulai ke kab/kota untuk penyesuaian desain tata ruang,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, transmisi

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top