Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2019, Pemprov Sumut Bangun 10 PLTS dan Bedah 649 Rumah

Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprov Sumut) berupaya keras untuk mengurangi kemiskinan. Berbagai program dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut, mulai dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), bedah rumah hingga drainase dan jalan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 01 Januari 2020  |  19:16 WIB
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara

Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprov Sumut) berupaya keras untuk mengurangi kemiskinan. Berbagai program dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut, mulai dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), bedah rumah hingga drainase dan jalan.

Di 2019, Pemprov Sumut membangun 10 PLTS di daerah-daerah terpencil Pulau Nias. Pulau Nias dipilih karena masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik. Ke 10 PLTS ini dibangun di desa-desa terpencil, di Kecamatan Fanayama, Bawalato, Lahewa dan Sirombu. Sedangkan untuk PLTMH, Pemprov Sumut membangunnya di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailingnatal.

Untuk daerah-daerah yang sudah dialiri listrik, namun warganya kurang mampu, Pemprov Sumut menanggung biaya pemasangan. Ada 800 rumah yang pemasangan listriknya digratiskan, tersebar di desa-desa delapan kabupaten/kota yaitu Kabupaten Samosir, Tapsel, Madina, Gunung Sitoli, Nias Selatan, Nias, Nias Utara dan Nias Barat.

“Untuk listrik memang banyak kita fokuskan di Pulau Nias karena di daerah ini masih banyak desa-desa yang belum bisa menikmati listrik, walau begitu kita juga tetap mengupayakannya di daerah-daerah lain juga seperti Kabupaten Tapsel, Mandailingnatal dan Samosir. Kita perhitungkan siapa yang paling butuh saat ini,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina lewat keterangan reaminya, Rabu (1/1/2019).

Di sisi lain, untuk masalah hunian Pemprov Sumut mengubah 649 rumah tidak layak huni di 33 kabupaten/kota menjadi layak huni. Pemprov Sumut juga membangun 26 unit rumah untuk korban bencana longsor dan banjir Kabupaten Mandailingnatal yang terjadi bulan November tahun 2018.

Permasalahan hunian belum selesai dengan hanya membangun rumah sehingga Pemprov Sumut juga membangun jalan untuk lingkungan, drainase, sarana air bersih dan tembok penahan tanah untuk mencegah longsor.

Tahun ini, untuk jalan lingkungan Pemprov Sumut telah membangun total 27.267,5 meter yang tersebar di Kota Medan, Gunungsitoli, Kabupaten Deliserdang, Labuhanbatu, Karo, Langkat, Batubara, Asahan dan untuk kawasan Masyarakat Berpenghasilan Renda (MBR) sepanjang 14.719 meter. Sedangkan untuk drainase total Pemprov Sumut telah membangun sepanjang 7.627,96 meter.

Selain itu, agar kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi Pemprov Sumut juga membangun 35 paket sarana air minum di antaranya 5 di Kota Medan, Kabupaten 10 Deliserdang, 15 di Sergei, 5 Madina dan 1 di Langkat.

“Kita berupaya keras untuk menyelesaikan masalah hunian karena hunian itu bukan hanya rumah saja, tetapi kita perlu memikirkan jalan, drainase, listrik, air bersih dan juga penahan tanah agar tidak terjadi longsor. Bukan hanya drainase biasa, kita juga membangun drainase pembuangan seperti di Aek Sibundong, Humbahas sepanjang 617,28 meter,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Ida Mariana.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top