Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bongkar Eceng Gondok, ATB Sejahterakan Masyarakat

Salah satu yang mendapat manfaat secara langsung dari program Bongkar Eceng Gondok (Bonceng) Kuy ATB adalah Isna. Pengrajin eceng gondok di Batam ini bisa mendapatkan bahan baku berkualitas untuk produk-produk kerajinannya.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  09:37 WIB
Tim Program Bongkar eceng gondok (Bonceng) Kuy ATB tengah membersihkan eceng gondok di Dam Duriangkang. - Istimewa/ATB
Tim Program Bongkar eceng gondok (Bonceng) Kuy ATB tengah membersihkan eceng gondok di Dam Duriangkang. - Istimewa/ATB

Bisnis.com, BATAM – PT. Adhya Tirta Batam telah lama melakukan pembersihan gulma eceng gondok untuk menjaga kualitas air waduk.

Tidak hanya itu, melalui program Bongkar Eceng Gondok (Bonceng) Kuy, ATB turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu yang mendapat manfaat secara langsung dari program Bongkar Eceng Gondok (Bonceng) Kuy ATB adalah Isna. Pengrajin eceng gondok di Batam ini bisa mendapatkan bahan baku berkualitas untuk produk-produk kerajinannya.

Selama ini Isna mengaku kesulitan mengakses bahan baku eceng gondok yang ada di waduk. Padahal, untuk pengrajin seperti dirinya, eceng gondok yang ada di waduk adalah bahan baku premium. Secara kualitas dan kuantitas, eceng gondok tersebut sangat memenuhi syarat.

Tim Program Bongkar eceng gondok (Bonceng) Kuy ATB tengah membersihkan eceng gondok di Dam Duriangkang./Istimewa-ATB

Untuk memenuhi kebutuhannya, Isna dan rekan-rekannya harus keliling Batam. Mereka berburu eceng gondok yang tumbuh di selokan-selokan atau waduk kecil. Tapi tidak banyak eceng gondok yang bisa memenuhi standar bahan baku yang diinginkan.

“Kalaupun ada yang benar-benar layak untuk digunakan, jumlahnya tak banyak,” jelas Isna.

Bahan baku yang terbatas, membuat Isna kesulitan memenuhi permintaan pelanggan. Akhirnya usaha Isna sulit berkembang karena kapasitas produksinya tak kunjung naik.

Cara lain yang dilakukan Isna untuk memenuhi kebutuhan bahan baku adalah dengan mendatangkan eceng gondok dari pulau Jawa. Untuk itu, Isna harus merogoh kocek cukup dalam untuk membayar harga bahan baku serta menanggung ongkos kirim yang tak murah.

Situasi berubah ketika tim Bonceng Kuy yang diprakarsai oleh Departemen IT and System ATB menawari Isna untuk berpartisipasi dalam program pembersihan Eceng Gondok di Dam Duriangkang.

Bagai mendapat durian runtuh, Isna mendadak mendapat akses luas terhadap bahan baku yang memadai. Jika selama ini dia kesulitan, kini pintu terbuka lebar. Isna tak lagi kekurangan bahan baku.

Mendapat bahan baku berkualitas membuat usaha Isna mulai berkembang. Kini produknya dilirik hotel-hotel yang ada di Batam. Isna pun harus menambah sejumlah tenaga kerja untuk memenuhi pesanan yang masuk.

Setelah kualitas produknya diakui di pasar lokal, kini Isna dan para ibu rumah tangga yang dibinanya berencana melebarkan sayap menjajaki pasar ekspor.

“Terimakasih kepada ATB karena telah membantu ibu-ibu dan masyarakat. Sekarang kami sudah berani ekspor,” ujarnya.

Ketua Tim Program Bonceng Kuy ATB Ali Imron mengatakan program ini lahir dari keprihatinan ATB terhadap semakin banyaknya eceng gondok di waduk-waduk yang ada di Batam. Seperti diketahui eceng gondok sangat mempengaruhi kualitas air baku di waduk.

Di sisi lain, di tangan pengrajin yang kreatif, eceng gondok bisa disulap menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

Berangkat dari pemikiran tersebut, tim Program Bonceng Kuy mulai menjalin kerja sama dengan pengrajin eceng gondok. Pertama kali mencoba, ada dua orang pengrajin yang mengambil bahan baku. Semakin hari, program ini semakin berkembang.

“Sekarang masih terus disempurnakan. Sekarang Disperindag Kota Batam juga turut membantu,” paparnya.

Pemerintah Kotak Batam dan BP Batam sepakat untuk bekerja sama membersihkan tumbuhan eceng gondok yang mulai mengkhawatirkan di Waduk Duriangkang. Sekitar 180 hektare eceng gondok yang hidup di Waduk Duriangkang akan dibersihkan bersama-sama.

Sebagai bagian dari program tersebut, BP Batam akan mendatangkan profesor pakar eceng gondok dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pakar LIPI ini akan memberikan kajian penanganan eceng gondok yang efektif. Termasuk penanganan pascapembersihan eceng gondok di Waduk.

"Mungkin bisa dijadikan kerajinan atau penanganan lainnya," ujar Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus mengatakan ATB berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam hal penanganan sedimentasi waduk. Sejauh ini ATB aktif menjalankan program-program pencegahan hingga penanganan eceng gondok di waduk.

Program Bonceng Kuy adalah salah satu yang telah diinisiasi oleh Departmen IT and System. Bonceng Kuy ini merupakan bagian dari program Core Values ATB yang merepresentasikan nilai Peduli.

“Nilai peduli adalah bagian yang melekat pada budaya perusahaan, dan secara konsisten diimplementasikan ATB kepada lingkungan dan masyarakat,” jelas Maria.

Berdasar informasi di wikipedia, eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia eceng gondok mempunyai nama lain. Di daerah Palembang eceng gondok dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe.

Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 saat melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil.

Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam eceng gondok
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top