Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Riau Cemaskan Asap Kiriman dari Sumsel dan Jambi

Pemprov Riau mengaku khawatir dengan kualitas udara setempat akibat mendapatkan kiriman kabut asap dari karhutla yang terjadi di provinsi tetangganya.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  17:24 WIB
Pengendara kendaraan bermotor menembus kabut asap pekat dampak dari kebekaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Jumat (13/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap pekat yang mengakibatkan jarak pandang menurun drastis di Kota tersebut. - Antara
Pengendara kendaraan bermotor menembus kabut asap pekat dampak dari kebekaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Jumat (13/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap pekat yang mengakibatkan jarak pandang menurun drastis di Kota tersebut. - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU – Pemprov Riau mengaku khawatir dengan kualitas udara setempat akibat mendapatkan kiriman kabut asap dari karhutla yang terjadi di provinsi tetangganya, terutama Sumatra Selatan (Sumsel) dan Jambi.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan titik api di daerah itu sudah tidak banyak, tapi malah mendapatkan kiriman kabut asap dari karhutla di wilayah tetangga.

“Titik api di Riau saat ini tidak banyak, hanya di Inhu, Inhil, Pelalawan, dan Meranti. Tapi di provinsi tetangga jumlah titik api cukup besar,” ujarnya Rabu (6/10/2019).

Menurut dia, daerah tetangga seperti Sumatra Selatan dan Jambi menjadi wilayah yang banyak terbakar di Sumatra. Karena itu dia mengkhawatirkan Riau akan terkepung asap kiriman dari karhutla di dua daerah tersebut, meski curah hujan di daerah itu saat ini mengalami peningkatan.

Meski demikian, pihaknya mengaku pemda tetap waspada karena status siaga karhutla di Riau masih diberlakukan sampai 31 Oktober 2019 mendatang.

Syamsuar berharap semua pihak terutama satgas karhutla dapat terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran lahan.

“Upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tetap jadi prioritas pemda, dan kami harap seluruh elemen masyarakat Riau dapat mendukung, semoga Riau tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Adapun dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di Pekanbaru Riau mengalami penurunan akibat kabut asap kiriman dari Jambi dan Sumatra Selatan, hingga ke level sedang dan tidak sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Kabut Asap kebakaran hutan
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top