Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Arkeolog : Antisipasi Kerawanan Sosial Soal Harta Karun

Bupati OKI, Iskandar, mengimbau warga untuk tidak melakukan penggalian massal serta melaporkan setiap penemuan benda di duga cagar budaya di Kecamatan Cengal.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  11:36 WIB

Bisnis.com, PALEMBANG — Tim arkeologi mengapresiasi upaya sigap pemerintah daerah dan Polres Kabupaten OKI, Sumsel, dalam mengantisipasi kerawanan sosial di lokasi penemuan benda-benda yang diduga cagar budaya di Kecamatan Cengal.

Tim arkelologi tersebut terdiri dari Balai Arkeologi Sumatra Selatan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).

“Kami apresiasi upaya sigap Bupati dan Kapolres untuk mengantisipasi kerawanan di lokasi tersebut, bahkan Kapolres turun langsung ke lokasi sebelum kami,” kata Kepala Balai Arkeologi Sumsel Budi Wiyana, Rabu (9/10/2019).

Budi mengatakan tidak mudah untuk menyebutkan benda-benda yang ditemukan warga di beberapa di lokasi di Kecamatan Cengal sebagai cagar budaya atau harta karun.

“Jadi kalau penyebutannya harta karun maka konotasinya barang yang perlu dicari, kami peneliti sangat berhati-hati dalam penyebutan itu,” katanya.

Sementara Itu, Ignatius Suharno peniliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbagsel menyarankan penguatan dan sosilasi kepada masyarakat di sekitar lokasi penemuan.

“Langkah yang dilakukan oleh Polsek dan Polres berupa himbauan dampak hukum pencarian atau pengerusakan lokasi yang diduga cagar budaya sangat apresiasi, edukasi dan penyadaran kepada masyarakat sangat penting,” katanya.

Sebelumnya, Bupati OKI, Iskandar, mengimbau warga untuk tidak melakukan penggalian massal serta melaporkan setiap penemuan benda di duga cagar budaya di Kecamatan Cengal.

Iskandar menjelaskan berdasarkan undang-undang, setiap orang wajib melaporkan jika menemukan benda-benda yang bisa dikategorikan sebagai benda cagar budaya.

“Karena itu kami meminta supaya dilaporkan, kalau ada penemuan," kata Iskandar.

Kapolres OKI, AKBP Dony Eka Saputra yang turun langsung kelokasi juga menghimbau warga tidak tergoda untuk melakukan pencarian

“Nanti sudah keluarkan uang ternyata tidak ada, ini bisa berakibat adanya gesekan antara warga lokal dan pendatang,” ujarnya.

Apalagi jika warga berbondong-bondong datang tambahnya akan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Karhutla unik
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top