Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Daerah Masih Butuh Kantor Bank di Tengah Era Digital

Keberadaan kantor perbankan dinilai masih dibutuhkan untuk mendongrak tingkat literasi keuangan yang masih rendah di Tanah Air.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  18:55 WIB
: Direktur Departemen Kebijakan Bank Indonesia, Yanti Setiawan (tengah) didampingi Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumsel Hari Widodo (kanan) saat acara Bank Indonesia Nangkring Bareng Blogger dan Mahasiswa di Palembang, Kamis (4/7/2019) - Bisnis//Dinda Wulandari
: Direktur Departemen Kebijakan Bank Indonesia, Yanti Setiawan (tengah) didampingi Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumsel Hari Widodo (kanan) saat acara Bank Indonesia Nangkring Bareng Blogger dan Mahasiswa di Palembang, Kamis (4/7/2019) - Bisnis//Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Keberadaan kantor perbankan dinilai masih dibutuhkan untuk mendongrak tingkat literasi keuangan yang masih rendah di Tanah Air.

Direktur Departemen Kebijakan Bank Indonesia, Yanti Setiawan, mengatakan kehadiran perbankan diharapkan tetap ada terutama di daerah pelosok.

“Era digital memang membuat jumlah kantor bank menyusut  tetapi kita tidak bisa menutup mata bahwa daerah di pelosok belum kenal digital, sehingga dibutuhkan kehadiran [bank] secara fisik,” katanya saat acara Bank Indonesia Nangkring Bareng Blogger dan Mahasiswa di Palembang, Kamis (4/7/2019).

Yanti mengemukakan kehadiran bank secara fisik yang dilengkapi dengan sumber daya manusia-nya dinilai dapat juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di daerah.

“Petugas bank kan nanti bisa mengimbau nasabah atau masyarakat di daerah itu, ayo dong nabung. Kalau [bank] digital kan tidak bisa,” katanya.

Dia menambahkan, sebetulnya upaya mendorong masyarakat agar melek dengan produk dan jasa keuangan adalah tugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun demikian, kata dia, bank sentral tetap memberikan dukungan terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel melansir dari 8,2 juta penduduk Sumatra Selatan baru 2,6 juta atau 31,64% jiwa yang telah terliterasi dan menggunakan produk dan jasa keuangan per Juli 2018.

Sementara sisanya yakni 3,4 juta jiwa sudah menggunakan produk jasa keuangan namun belum mengetahui atau terliterasi dengan baik terkait produk dan jasa tersebut.

Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumsel, Hari Widodo, menambahkan pihaknya mendorong perluasan ekonomi digital di Sumsel termasuk di daerah pelosok.

“Ada beberapa layanan elektronikfikasi pembayaran yang kami dorong. Ini diharapkan juga memperluas akses masyarakat dari tadinya unbankable menjadi bankable. Mereka bertahap kita kenalkan dengan produk digital, ada Laku Pandai dan sebagainya,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan era digital
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top