5 Anak Tewas Terpanggang dalam Rumah yang Terbakar

Sisa-sisa kayu bakar alat memasak di dapur (bara api) diduga menjadi penyebab terpanggangnya lima bocah dalam sebuah rumah yang terbakar di Lingkungan III Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, pada Jumat (7/6/2019) malam.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Juni 2019  |  15:47 WIB
5 Anak Tewas Terpanggang dalam Rumah yang Terbakar
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, TAPSEL - Musibah kebakaran menyebabkan lima orang anak tewas terpanggang.

Sisa-sisa kayu bakar alat memasak di dapur (bara api) diduga menjadi penyebab terpanggangnya lima bocah dalam sebuah rumah yang terbakar di Lingkungan III Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, pada Jumat (7/6/2019) malam.

"Dugaan kuat sumber api yang membakar sebuah rumah malam kejadian sekira pukul 21-00 - 23.00 WIB itu berasal dari sisa-sisa kayu bakar atau bara api sisa memasak di dapur rumah," kata Kapolsek Batang Toru AKP DMZ Harahap kepada ANTARA, Minggu (9/6/2019) .

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan juga mengatakan penyebab terbakarnya rumah penduduk bernama Yanuari Waruwu itu diduga akibat rembesan arang kayu bakar sisa masak di dapur rumah tersebut.

Kehadiran Kapolsek DMZ Harahap yang turun bersama sejumlah anggota yakni Kanit Res Ipda Anil D.Siregar, Aiptu Subroto (Bhabinkamtibmas), Aiptu Siryanto (Kanit Intel), Bripka Marhaman Sianturi dan Leo Nababan (piket yanmas) di lokasi duka, Sabtu (8/6) sempat ditolak dan disalahtafsirkan pihak keluarga korban.

"Kehadiran kami sebenarnya untuk olah tempat kejadian perkara namun ditolak oleh abang ayah korban (uwak). Alasannya, pihak korban tidak keberatan, tidak menuntut dan menyadari murni musibah kebakaran, bahkan otopsi kelima bocah terpanggang juga ditolak," terang Kapolsek.

Pihak Kepolisian menyadari dan menghargai apa yang dirasakan dan permintaan pihak korban. Rencananya Kepolisian akan sesegera mungkin kembali menemui orangtua dan famili korban untuk meminta keterangan lebih lanjut.

Informasi dari Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Selatan Ilham Suhardi bersama Kabid Kedaruratan/Logistik Hotmatua Rambe, rumah yang terbakar itu berukuran 4 x 4 meter, berlokasi di atas perbukitan.

"Bangunan rumah itu terbuat dari papan di mana ruang digunakan untuk tidur langsung berhadapan area dapur dekat satu-satunya pintu keluar rumah tersebut," kata Hotmatua, seraya mengatakan untuk menjangkau lokasi hanya bisa dengan berjalan kaki berjam-jam bahkan signal telepon selular juga tidak ada.

Menurut Kapolsek dari simpang jalan umum (Baung Putih) Kelurahan Rianiate menuju TKP bisa menghabiskan waktu berjalan kaki menyusuri lembah dan tebing 45 derajat lebih antara 3-4 jam, bagi yang tidak biasa bisa sampai lima jam.

Sebelumnya diberitakan lima bocah tewas akibat terbakarnya sebuah rumah di Tapanuli Selatan yaitu Fifi Ceria Nursicu Waruwu, 10 tahun, Fince Ardila Waruwu, 7, Firsan Nutrisari Waruwu, 7, Firjan Henra Kurniawan Waruruwu, laki-laki, 4, dan Firna Indah Melati Waruwu, 2.

Peristiwa diketahui setelah kedua orang tua para korban, Yanuari Waruru dan istri bersama seorang saudara korban kembali pulang dari mengikuti kegiatan gereja. Mereka mendapati kondisi rumah sudah rata dengan tanah.

Selain merengut lima nyawa manusia yang susah untuk dikenali akibat gosong, api menghanguskan harta benda korban berupa dokumen kependudukan seperti KTP, KK, Akta Kelahiran Anak, STNK Sepeda Motor dan BPKB, serta isi perlengkapan rumah lainnya. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta lebih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top