Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nelayan di Sumut Diimbau Pakai Jaring Milenium

Nelayan di Sumatra Utara diimbau menggunakan alat tangkap yang baru yakni jaring milenium yang ramah lingkungan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  21:02 WIB
Pedagang mengangkut ikan pasokan dari Pelabuhan Belawan, Medan, untuk dijual kembali di tempat pelelangan ikan Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (10/1/2019). - Antara/Rahmad
Pedagang mengangkut ikan pasokan dari Pelabuhan Belawan, Medan, untuk dijual kembali di tempat pelelangan ikan Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (10/1/2019). - Antara/Rahmad

Bisnis.com, MEDAN – Nelayan di Sumatra Utara diimbau menggunakan alat tangkap yang baru yakni jaring milenium yang ramah lingkungan.

"Jaring milenium ini disarankan oleh pemerintah sebagai pengganti pukat hela (trawl), pukat tarik (seine nets), dan cantrang yang tidak dibenarkan lagi beroperasi di perairan Indonesia," kata tokoh nelayan Sumut, Naszli, di Medan, Kamis (28/2/2019).

Dia mengatakan bahwa jaring milenium telah diizinkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan cocok digunakan oleh nelayan. "Alat tangkap ini cocok digunakan di perairan Indonesia, dan tidak merusak lingkungan," ujar Nazli.

Ia menjelaskan saat ini nelayan tidak dibenarkan lagi menggunakan alat tangkap, selain jaring milenium. Nelayan harus mematuhi keputusan pemerintah yang melarang penggunaan alat tangkap ilegal seperti pukat hela, pukat tarik dan cantrang.

"Larangan alat tangkap tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikan Nomor 71 Tahun 2015, dan harus dilaksanakan," ucapnya.

Nazli berharap nelayan di wilayah Sumatera Utara meninggalkan alat tangkap yang merusak sumber hayati di laut.

Bagi nelayan yang tidak mematuhi peraturan tersebut, lanjutnya, akan diberikan sanksi tegas dan diproses secara hukum. "Pemerintah hanya mengakui alat tangkap jaring milenium."

Jaring milenium merupakan modifikasi jaring insang (gill net), yakni jaring yang terbuat dari nylon multifilament twine.

Alat itu diberi nama jaring milenium karena di dalam perairan jaring tersebut memantulkan cahaya dan berwarna blink atau mengilap.

Kelebihan jaring milenium itu ketika dioperasikan di dalam air, maka benang pada badan jaring akan membuka pilinannya karena faktor arus, sehingga ikan target ketika menabrak jaring.

Ikan yang tertangkap tidak hanya terjerat pada bagian insang saja, tetapi juga bagian duri, sirip, operkulum dan sebagainya karena menyangkut ke dalam benang pilinan yang terbuka, sehingga ikan mudah tertangkap.

Dengan menggunakan jaring milenium, ujarnya, diharapkan meningkatkan produksi tangkapan ikan nelayan dan menjadi alternatif diversifikasi alat tangkap yang ramah lingkungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nelayan

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top