Pemprov Sumsel Wajibkan Setiap Instansi Sajikan Kopi Asli Sumsel

Pemprov Sumatra Selatan berencana mewajibkan setiap instansi di provinsi itu untuk menyuguhkan kopi asli Sumsel saat rapat dan menerima tamu.
Dinda Wulandari | 21 November 2018 10:57 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru (tengah) saat menunjukkan kopi asli Sumsel.?Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan (Sumsel) berencana mewajibkan setiap instansi di provinsi itu untuk menyuguhkan kopi asli Sumsel saat rapat dan menerima tamu.
 
Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengatakan instruksi tersebut tak lain bertujuan untuk mengangkat derajat dan membangkitkan industri kopi di Sumsel.
 
"Tidak ada alasan untuk tidak mendukung industry [kopi] ini. Bahkan di setiap instansi saya harapkan kopi Sumsel jadi sajian pertama  untuk rapat maupun ada tamu. Saya minta itu tapi harus kopi Sumsel," katanya, Rabu (21/10/2018).
 
Deru menilai dari berbagai aspek, kopi memang digemari dan mudah dalam berbagai hal seperti perawatan, pemeliharaan, pengolahan, penyajian serta mudah mendapatkannya.
 
Dia mengatakan selama ini kopi Sumsel yang berjenis Robusta dan Arabica kalah sama dengan kopi berjenis jenis lainnya. Padahal ini ada tanaman yang sangat subur bahkan bijinya sangat lebih besar-besar dari tempat lain. 
 
"Semalam ada yang bilang alasannya kenapa kopi kita tidak begitu kuat di pasar internasional, ternyata orang tahu pengolahan kita ini masih belum sempurna, lebih komplet lagi kurang higienis,” katanya.
 
Oleh karena itu, gubernur mengajak masyarakat bersama-sama untuk mengangkat derajat kopi, karena kopi Sumsel secara kuantitas  memang tidak diragukan.
 
Cita rasa kopi, dia melanjutkan, bergantung pada pengolahannya, masing-masing orang punya kesukaan yang berbeda, ada yang dia lebih suka diolah secara hand made tradisional, tapi ada juga yang mau diolah secara modern, jadi ini tidak tergantung dengan industri besar.
 
"Kopi kita kurang dikenal karena kita sendiri yang kurang mempromosikannya, nah mulai hari ini semua medsos kita mulai dengan kopi Sumatra Selatan. Inilah cara kita untuk membantu petani agar mereka tetap bangga menjadi petani kopi dan hasilnya diserap oleh para pedagang, di olah oleh para industriawan dan berakhir menjadi terkenal di masyarakat," paparnya.
 
Terkait pembinaan kata HD semua punya peran bila perlu kita atur dengan peraturan gubernur, bagaimana cara mengolah secara standar agar masyarakat punya standar pengolahan kopi yang benar.
 

Tag : sumsel, kopi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top