Nelayan di Sumut Disarankan Ternak Lele Sembari Migrasi Alat Tangkap Ikan

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Sumatra Utara (Sumut) meminta para nelayan di daerah itu, agar mengembangkan budi daya ikan lele, karena usaha itu dapat menyejahterakan kehidupan nelayan.
Newswire | 16 November 2018 08:44 WIB
Petani memanen ikan lele di kolam budi daya yang dikelilingi tanaman tomat menggunakan sistem pertanian akuaponik di Desa Waru, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Sabtu (10/11/2018). Selain dapat menambah penghasilan petani, sistem pertanian yang menyandingkan kolam budi daya ikan lele dengan tanaman tomat tersebut dapat membantu menyuburkan lahan pertanian tanpa menggunakan pupuk dengan memanfaatkan sisa kotoran ikan lele yang disirkulasikan ke dalam tanah. - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, MEDAN – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Sumatra Utara (Sumut) meminta para nelayan di daerah itu, agar mengembangkan budi daya ikan lele, karena usaha itu dapat menyejahterakan kehidupan nelayan.

"Kita tidak boleh lagi berharap dengan hasil tangkapan ikan di laut, apalagi saat ini nelayan masih banyak menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan dilarang pemerintah," kata Wakil Ketua DPD HNSI Sumut, Nazli di Medan, Jumat (16/11/2018).

Nelayan di Sumut, menurut dia, banyak yang tidak berani pergi ke laut, karena penertiban terhadap alat tangkap yang dilarang pemerintah beroperasi, yakni pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets).

"Sehubungan dengan itu, maka nelayan tradisional banyak yang menganggur, karena dilarangnya beroperasi oleh aparat keamanan terhadap alat tangkap ilegal tersebut," ujar Nazli.

Ia mengatakan, nelayan yang biasa mencari ikan di laut tidak perlu merasa cemas dan mereka bisa saja beralih dengan membudidayakan ikan di tambak.

Nelayan yang budi daya ikan di darat dan hasilnya juga menjanjikan, di mana telah banyak petambak ikan yang berhasil dengan kehidupan mereka lebih sejahtera, bila dibandingkan saat pergi melaut.

"Keberhasilan nelayan petambak ikan seperti ini, perlu ditiru oleh nelayan lainnya dan jangan hanya menggantungkan hidup dengan mencari ikan tangkapan di laut," kata Nazli.

Dia mengemukakan, kalau ingin perekonomian nelayan berubah dan menjadi lebih baik, tentu harus mengikuti perkembangan yang terjadi saat ini.

Nelayan ke depan harus bisa memberikan kemajuan dan memiliki pola pikir yang lebih baik untuk meningkatkan perekonomian, sehingga dapat hidup sejahtera, serta bahagia.

"Nelayan diharapkan harus bisa menjadi seorang pengusaha tambak ikan yang sukses, dan mengekspor ikan ke berbagai negara," ujar Nazli.

Sebelumnya, ternak ikan lele menjadi bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat di Kabupaten Deliserdang, Sumut, mengingat semakin tingginya permintaan dari masyarakat.

Salah seorang peternak ikan lele di Deliserdang, Dedi(35), mengatakan, bisnis ikan lele dewasa ini bukan lagi menjadi sampingan untuk menambah pendapatan keluarga, namun sudah bisnis utama karena prospeknya yang cukup menjanjikan.

Pria yang mengaku baru sekitar setahun terakhir ini serius mengelola peternakan ikan lele, ia menghasilkan pendapatan sebesar Rp3 hingga Rp4 juta sekali panen untuk satu kolam. Saat ini, ia baru memiliki empat kolam.

"Lumayan hasilnya. kalau awal-awalnya memang masih menjadi bisnis sampingan, tetapi sekarang saya fokus mengelola budidaya lele walaupun masih sebatas empat kolam karena memang lahan yang dimiliki hanya sedikit," katanya.

Alasan lain ia beralih profesi sebagai peternak lele, ayah tiga anak itu mengaku, pekerjaan itu tidak terlalu memforsir tenaga karena hanya melakukan pembesaran.

Sedangkan, bibit dan penjualan ikan setelah panen sudah ada yang menampung.

Sumber : Antara

Tag : sumut, nelayan
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top