Bisnis.com, MEDAN — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan untuk berinovasi guna meningkatkan minat masyarakat mengikuti program pelatihan vokasi nasional 2026 yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Permintaan tersebut muncul lantaran program peningkatan kompetensi bagi lulusan SMA/SMK di Sumatra Utara itu masih belum banyak diminati peserta.
"Batch pertama sudah berjalan. Di Sumut baru 200 orang yang ikut pelatihan. Hasil evaluasi kami, ternyata sosialisasinya belum optimal," kata Yassierli disela-sela penyerahan bantuan 'Kemnaker Peduli' untuk masyarakat terdampak bencana Sumut dan Aceh di Medan, Selasa (21/4/2026).
Yassierli mengatakan pemerintah menargetkan 100.000 peserta lulusan SMA/SMK se-Indonesia mengikuti program pelatihan vokasi nasional pada tahun ini yang dibiayai APBN untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Dia menjelaskan program pelatihan tersebut disusun sesuai kebutuhan industri agar peserta lebih siap masuk dan terserap di dunia kerja.
Pada batch pertama tahun ini, tercatat 10.405 peserta yang tersebar di 43 balai pelatihan di seluruh Indonesia. Sementara itu, Sumatra Utara baru menjaring sekitar 200 peserta dari kapasitas BBPVP Medan yang mencapai 4.500 peserta per tahun.
Baca Juga
Yassierli juga berharap sosialisasi program dapat dioptimalkan, sekaligus meminta kepala balai di daerah untuk berinovasi, termasuk menjalin kerja sama dengan industri agar pelatihan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
"Adakan pelatihan, berikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat," ujarnya.
Adapun, dalam kesempatan tersebut Menaker berkeliling meninjau sejumlah pelatihan yang ada di BBPVP Medan, seperti pelatihan reparasi AC dan operator forklift.
Yassierli menyempatkan berdialog dengan beberapa peserta dan mitra BBPVP Medan serta memotivasi para peserta untuk mengikuti pelatihan sampai tuntas. Dia menekankan keterampilan yang didapat dari pelatihan akan berguna bagi peserta untuk terjun ke industri baik dalam maupun luar negeri.
"Keberadaan balai pelatihan ini menjadi salah satu upaya konkret Kemnaker menyiapkan tenaga kerja dalam konteks vokasi di Indonesia," tandasnya.