Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riau Pastikan Produksi Pangan Lokal Diserap Pasar

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan petani di daerahnya terus berupaya menanam berbagai jenis tanaman pangan seperti beras dan cabai merah.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 12 September 2022  |  17:07 WIB
Riau Pastikan Produksi Pangan Lokal Diserap Pasar
Pemprov Riau dan TPID Riau menggandeng BUMDes pangan dalam program tanam cabai untuk mengatasi inflasi. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau memastikan hasil produksi tanaman pangan oleh petani setempat bisa diserap pasar secara maksimal, sehingga tidak merugikan para petani yang sudah menanam komoditas bahan makanan tersebut.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan petani bahan pangan di daerahnya terus berupaya menanam berbagai jenis tanaman pangan seperti beras dan cabai merah, meski hasilnya masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal.

"Jika ditanyakan penyebab inflasi karena produksi pangan, petani di Riau apakah bekerja? Ya sudah bekerja tetapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan beras dan cabai. Sekarang di saat yang bersamaan banyak menanam cabai, tentu juga perlu dipastikan hasilnya diserap maksimal," ujarnya Senin (12/9/2022).

Syamsuar menyebutkan penyebab inflasi itu berbeda di tiap daerah. Untuk Surabaya misalnya adalah kenaikan biaya pendidikan dan uang sewa kos atau asrama. Lalu di Sumut akibat kenaikan harga ikan kaleng dencis atau sarden.

Sementara di Provinsi Riau salah satu komoditas utama penyumbang inflasi yang rutin adalah cabai merah. Karena itu pihaknya bersama TPID Riau sudah menjalankan program strategis berupa gerakan tanam cabai, mulai dari menggerakkan para ASN dan PKK, hingga kini menggandeng BUMDes pangan di wilayah Riau.

Sebelumnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau terus mengembangkan berbagai upaya menekan angka inflasi. Salah satunya kini dengan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pangan yang ada di wilayah tersebut.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengapresiasi program TPID Riau yang didukung penuh oleh pemprov tersebut, karena sejalan dengan penguatan upaya pengendalian inflasi pangan yang didorong melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

Dia menilai program pengendalian inflasi daerah oleh TPID Riau ini mengoptimalkan peran BUMDes tidak hanya sebagai badan usaha, namun turut berperan dalam menjaga kesinambungan pasokan, serta mengatur efisiensi rantai distribusi untuk komoditas cabai. 

"Dengan program ini, Riau menjadi provinsi pertama di Indonesia yang fokus pada pengembangan peran BUMDes dalam upaya pengendalian inflasi daerah," ujarnya.

Doni menyoroti potensi strategis 1.591 BUMDes yang ada di Riau, dimana kurang lebih 200 BUMDes yang bergerak di bidang pertanian dapat digerakkan mendukung optimalisasi budidaya cabai. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Inflasi
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top